YOGYAKARTA — Bimbingan Teknis (Bimtek) Modul Panduan Integrasi Adaptasi Perubahan Iklim (API) resmi dibuka pada Kamis, 8 Mei 2025. Kegiatan akan berlangsung hingga Sabtu, 10 Mei 2025 mendatang.
Bimtek yang merupakan kerjasama antara Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) dengan Yayasan Plan International Indonesia dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Kwartir NasionalBidang Pengabdian Masyarakat, Lingkungan Hidup, Kehumasan, dan Informatika, Kak Yuniar Ludfi.
Rangkaian pembukaan Bimtek diawali dengan penyampaian laporan dari ketua Panitia Penyelenggara yang disampaikan oleh Kak Dijah Inprijati, Andalan Daerah Urusan Lingkungan Hidup Kwarda DIY.
Dalam laporannya, Kak Dijah menjelaskan bahwa tujuan utama pelaksanaan Bimtek ini adalah untuk mengimplementasikan modul panduan bagi para Pembina Pramuka dalam menerapkan konsep adaptasi perubahan iklim di gugusdepan.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Direktur Program Yayasan Plan International Indonesia, Kak Ida Dewa Ayu. Dalam sambutannya, Kak Ida membagikan pengalaman Plan Indonesia dalam bermitra dengan Gerakan Pramuka hingga saat ini.
“Kalau mau belajar perubahan iklim dengan Pramuka, belajarnya asyik, menyenangkan, dan inovatif,” ungkapnya.
Kak Ida juga berharap, sinergi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi Pramuka, Plan Indonesia, anak-anak, dan komunitas.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Sekretaris I Kwarda DIY, Kak Sri Budoyo. Ia berharap agar penerapan modul yang diperkenalkan dalam Bimtek ini dapat menjadi alat bantu yang memudahkan para pembina menjadi fasilitator dalam adaptasi perubahan iklim.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup DIY, Kak Cahyani Alfiah, turut menyampaikan harapan agar modul ini dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah dan pelestarian hutan.
Kak Yuniar Ludfi membacakan sambutan resmi Ketua Kwartir Nasional dalam pembukaan Bimtek sekaligus membuka secara kegiatan secara resmi. Sebagai simbolisasi dimulainya kegiatan, dilakukan penyematan tanda peserta oleh Kak Sri Budoyo dan Kak Ida Dewa Ayu kepada perwakilan peserta.
Kegiatan yang diikuti oleh 10 pembina pramuka penggalang dan 10 pembina pramuka penegak dari lima kwartir cabang tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat peran Gerakan Pramuka dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di tingkat lokal melalui pendekatan yang edukatif dan kolaboratif.



























