BANTUL — Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka melalui Tim Program Ticket to Life (TTL) melaksanakan kunjungan visitasi dan monitoring di pangkalan gugusdepan SLB Negeri 2 Bantul, Jumat (5/6/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung perkembangan, sekaligus menghimpun masukan dan saran terkait pelaksanaan program TTL yang dijalankan oleh Pasukan Sultan Agung di sekolah tersebut.

Hadir pada kunjungan ini, Koordinator Tim Ticket to Life Kwarnas, Kakak Bambang Sasongko (Kak Kokok), yang menjabat sebagai Andalan Nasional Urusan Pengabdian Masyarakat (Abdimas) dan Lingkungan Hidup. Turut hadir mendampingi dari jajaran Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda) DIY, antara lain Kakak Shavitri Nurmala Dewi (Kak Evi) dan Kakak Sigit Alifianto selaku Andalan Daerah urusan Abdimas dan Pramuka Peduli.
Rombongan disambut hangat di Aula SLB Negeri 2 Bantul oleh Kepala Sekolah selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan (Ka. Mabigus), Kakak Hifna Suprihati, bersama Troop Leader (Pembina Pramuka) Pasukan Ticket to Life Sultan Agung, Kakak Sarjita. Pertemuan ini juga dihadiri oleh para guru, karyawan sekolah, serta para anggota Pramuka berkebutuhan khusus yang tergabung dalam program ini.
Dalam kesempatan tersebut, Kak Evi menyampaikan sambutan hangat dari Kwarda DIY yang mengapresiasi sinergi luar biasa dari pihak sekolah. Selanjutnya, Troop Leader Pasukan Sultan Agung, Kakak Sarjita, memaparkan laporan menyeluruh mengenai kegiatan latihan, capaian, dan dinamika yang dihadapi pasukan selama tiga tahun terakhir sejak dirintis pada tahun 2023.
Dalam sambutannya, Kak Kokok menyampaikan apresiasi, ucapan terima kasih, dan penghargaan yang tinggi kepada Kwarda DIY, Troop Leader, serta pihak SLB Negeri 2 Bantul atas dedikasi mereka menghidupkan program kemanusiaan berskala internasional ini. Beliau menyoroti bagaimana metode kepramukaan yang adaptif terbukti sukses membantu perkembangan peserta didik disabilitas.
“Berdasarkan informasi yang kami terima, program ini memberikan dampak yang luar biasa. Salah satu contohnya, ada peserta didik yang awalnya sangat takut, kini sudah berani menyalakan kompor gas portabel sendiri. Melalui pendekatan kepramukaan yang sabar dan terstruktur, rasa takut tersebut dapat diatasi. Ini membuktikan bahwa Pramuka efektif melatih keterampilan dasar kehidupan sehari-hari (life skills) bagi anak-anak berkebutuhan khusus,” ujar Kak Kokok.

Kak Kokok melakukan wawancara langsung dan berinteraksi erat dengan para guru pendamping serta para anggota Pramuka yang sedang asyik mempraktikkan pembuatan tandu (pionering), belajar tali temali, hingga keterampilan memasak. Metode demonstrasi dan pengulangan berkali-kali yang diterapkan para pembina terbukti mampu mengasah potensi motorik anak-anak tuna rungu dan tuna grahita di pangkalan inklusif tersebut.
Selain di DIY, Tim TTL Kwarnas juga melakukan visitasi dan monitoring Pasukan TTL di Kabupaten Cianjur di antaranya Pasukan TTL Kujang Sinatra di Lapas 2 B Cianjur dan Pasukan TTL Jawara Masagi di Kampung Cisempug, Desa Mayak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.(Iped/LA)


























