YOGYAKARTA — Bimbingan Teknis Implementasi Modul Panduan untuk Pembina Pramuka Fasilitator Pendidikan Adaptasi Perubahan Iklim telah dimulai hari ini, Kamis, 8 Mei 2025. Kegiatan ini akan berlangsung hingga Sabtu, 10 Mei 2025.
Setelah tiga materi pembuka dari Yayasan Plan International Indonesia, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, dan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY), sesi dilanjutkan pada bahasan yang lebih teknis.
Kak Bambang Sasongko (Kokok), sebagai perwakilan Kwarda DIY yang ikut merancang Modul Panduan untuk Pembina Pramuka Fasilitator Adaptasi Perubahan Iklim bersama Yayasan Plan International Indonesia, menyampaikan kerangka modul yang telah difinalisasi.
Modul Panduan untuk Pembina ini disusun oleh Kwartir Nasional, Kwarda DIY, dan Kwarda Bali bersama Yayasan Plan International Indonesia, yang telah dilakukan finalisasi tahun 2024 lalu.
Modul tersebut ditujukan untuk Pembina Pramuka yang targetnya akan menjadi fasilitator di setiap gugus depan untuk implementasi pelaksanaan Adaptasi Perubahan Iklim untuk Kepramukaan (APIK) ini.
Kak Kokok mengantarkan penyampaian dengan mengaitkan kerangka yang telah ada di Kwarda DIY, yaitu Gudep Ramah Lingkungan. Bahwa implementasi Gudep Ramah Lingkungan dapat diintegrasikan dengan APIK, dapat dijabarkan dalam beberapa poin.
“Seperti kebijakan dan stratagi penerapan di gudep, peningkatan kapasitas pembina sebagai APIK, capaian implementasi, hingga rencana Duta Adaptasi Perubahan Iklim,” ujarnya menjelaskan.
API seiring dengan mitigasi, merupakan aksi signifikan untuk menangani perubahan iklim. Aspek adaptasi menjadi sisi aksi untuk menyesuaikan pada dampak perubahan iklim yang telah terjadi, berkebalikan dengan mitigasi yang mencegah dampak lebih parah.
Kak Kokok menekankan, sisi adaptasi menjadi konteks yang akan dekat dengan masing-masing gugus depan untuk diimplementasikan, karena disesuaikan dengan kondisi tempatnya.



























