Setelah kita membahas ada sedikitnya 18 jejak karir kepemimpinan Kak Sultan Hamengku Buwono IX selama mengabdikan diri di nusantara, kali ini kita ulas kembali keikutsertaan pramuka dalam program pembangunan masyarakat pedesaan.
Program itu merupakan salah satu program yang dicanangkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dengan Kak Sultan HB IX sebagai Ketuanya pada tahun 1970an. Program ini fokus pada pembangunan di pedesaan dalam bidang pertanian, perikanan, dan perkebunan.
Saka Taruna Bumi atau kala itu disebut Kompi Taruna Bumi menjadi satu wadah kegiatan anggota pramuka dalam membaktikan diri di negara Indonesia yang 80 persen penduduknya tinggal di pedesaan, 75 persennya adalah keluarga petani.
Kak Sultan HB IX mengemas keterlibatan Gerakan Pramuka dalam program Pembangunan Masyarakat di pedesaan ini dengan judul “Renewing of Scouting,” yang mendapatkan apresiasi dan dukungan dari berbagai organisasi di luar kepanduan.
“Pramuka bukan sekedar sarana bermain-main, namun juga berfungsi sebagai tempat untuk memperoleh ketangkasan, kekuatan fisik, termasuk pembentukan watak bagi generasi muda Indonesia,” ujar Kak Sultan HB IX (tertulis dalam buku: Meretas Jejak Sri Sultan Hamengku Buwono IX).
Konsep “Renewing of Scouting” dapat diartikan bahwa peran serta pramuka dalam membangun bangsa sangat penting bagi keberlangsungan pramuka sebagai organisasi global.
Disebut pula dalam buku karya Prawoto Indarto tersebut beberapa organisasi tersebut antara lain adalah Food And Agriculture Organization (FAO), International Labour Organizatio (ILO), juga United Nations Children’s Fund (UNICEF).
FAO menggalang beberapa bantuan dari dunia internasional seperti dari Australian Freedom From Hunger Company, CORSO dan CARE dimaksudkan untuk mendukung berbagai kegiatan pramuka dalam program pembangunan masyarakat ini.
Fasilitasi pembuatan “Peternakan Lebah Pramuka” sebagai sarana edukasi juga didukung oleh Australian Freedom From Hunger Company. Ada pula bantuan dari Cepta Television yaitu memproduksi film “Pramuka dan Pembangunan Masyarakat.”
Sementara itu salah satu organisasi internasional dari London beranama VISNEWS bersama dengan organisasi kepanduan dunia (WOSM) memberikan bantuan pendanaan untuk pembuaan film “Scouting in Community Development.” (cst)



























