YOGYAKARTA — Menulis berita kepramukaan memang akan lebih mudah dan menarik jika kita menggunakan kerangka atau struktur yang jelas serta bisa diterima dengan baik.
Kerangka berita tidak hanya membuat sebuah tulisan menjadi informatif, tetapi juga menggugah semangat pembaca (terutama sesama anggota Pramuka).
Berita kepramukaan yang menarik biasanya menggunakan teknik “Feature Story” atau “Human Interest”, bukan sekadar laporan kaku yang kadang membuat pembaca sedikit bosan.
Berikut adalah kerangka tulisan yang bisa digunakan untuk pemberitaan aktivitas kepramukaan,
- Judul (Headline) yang Menarik
Gunakan judul yang provokatif tapi positif.Contoh:
“Tak Sesulit Narakarya: Mengabadikan Momen Pramuka Lewat Tulisan Berita”
atau
“Berbagi Inspirasi Lewat Persami - Teras Berita (Lead)
Rumus utama dalam berita tetap selalu gunakan metode 5W+1H, pada teras berita ini tuangkan ini dalam paragraf pertama dan kedua. Informasi (online), biasanya akan semakin dibaca ketika teras beritanya menarik. - Batang Tubuh (Body) : Detail
Sebaiknya kita bisa mengggunakan teknik “Show, Don’t Just Tell” (Tunjukkan, jangan hanya memberitahu).
- Fakta: Jelaskan detail penting kegiatan.
- Atmosfer: Gambarkan suasana. Apakah pesertanya antusias? Apakah ada tantangan yang dihadapi? (Ini yang membedakan berita dengan makalah).
- Kutipan Pendukung: Masukkan pendapat peserta atau panitia agar berita terasa lebih manusiawi dan kredibel.
- Background (Latar Belakang)
Kita bisa menambahkan informasi yang relevan tapi tidak mendesak. Misalnya, sejarah singkat kegiatan tersebut atau tujuan jangka panjang dari program yang dilaksanakan.
- Tail (Ekor Berita)
Buatlah penutup berita yang memberikan kesan terakhir. Bisa berupa:
- Harapan ke depan: “Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bakti bagi…”
- Info tambahan: “Rangkaian acara akan ditutup dengan pelantikan pada hari Minggu mendatang.”
Untuk mempertajam isi berita yang sudah kita susun, tentu bisa menggunakan salah satu foto kegiatan yang bercerita, agar berita lebih hidup. Gunakan foto aksi (bukan hanya foto formal berbaris) untuk melengkapi berita kita.
Selain itu, kita bisa lebih banyak menggunakan kalimat aktif misalnya, “Anggota Pramuka menyulap sampah menjadi kerajinan” akan jauh lebih menarik daripada “Sampah disulap menjadi kerajinan oleh anggota Pramuka.”
CST



























