BOGOR — Tim Reaksi Cepat (TRC) Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Bogor menunjukkan kesigapannya dalam membantu penanganan bencana longsor yang terjadi di Jalan Batu Tulis, Kota Bogor. TRC Kwarcab Kota Bogor segera terjun ke lokasi untuk memberikan bantuan.
Andalan Cabang Urusan Pengabdian Masyarakat (Ancu Abdimas) Kwarcab Kota Bogor, Kak Siti Meisyafah, S.Pd. menjelaskan bahwa longsor terjadi pada Selasa, 3 Maret 2025 dampak hujan dari lebat, sekitar pukul 01.45 WIB.
Dilansir laman resmi Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat, bencana ini mengakibatkan tanah amblas sedalam kurang lebih 100 cm dan menimbulkan retakan sepanjang 50 meter di jalan tersebut. Akibatnya, akses jalan menjadi terputus dan membahayakan pengguna jalan.
Kapolresta Bogor Kota, Kombes Eko Prasetyo, menyampaikan bahwa bencana alam tanah longsor ini telah mengakibatkan putusnya akses Jalan Saleh Danasamita.
Sementara Kasat Lantas Polresta Bogor Kota, Kompol Yudiono, menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan rekayasa lalu lintas sebagai dampak dari longsor tersebut. Polisi juga memasang water barrier dan garis polisi di sekitar lokasi untuk mencegah terjadinya kecelakaan.
“Kami melakukan rekayasa arus lalu lintas, baik dari arah Jalan Batu Tulis maupun dari arah Cipaku,” ucap Kompol Yudiono.
Menurutnya, langkah tersebut diambil untuk mengalihkan arus kendaraan dan mencegah kemacetan akibat penutupan jalan. Pemasangan water barrier dan garis polisi bertujuan untuk memberikan peringatan kepada masyarakat agar tidak mendekati lokasi longsor.
TRC Kwarcab Kota Bogor turut aktif membantu dalam proses evakuasi dan pengamanan lokasi. Mereka bekerja sama dengan aparat kepolisian dan instansi terkait lainnya untuk memastikan keamanan warga dan kelancaran penanganan bencana.
Kehadiran TRC Kwarcab Kota Bogor ini menunjukkan komitmen aksi nyata Gerakan Pramuka dalam membantu masyarakat yang terkena musibah.
Diharapkan, penanganan longsor ini dapat segera diselesaikan agar akses jalan dapat kembali normal. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam, terutama saat musim hujan.
Pemerintah Kota Bogor dan instansi terkait terus berupaya untuk meminimalkan dampak bencana dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.



























