YOGYAKARTA — Temu Pramuka Istimewa 2025 Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) terselenggara pada hari Minggu, 9 November 2025.
Pertemuan ini dihadiri oleh pewarta istimewa dari seluruh Kwartir Cabang se-DIY yang tentunya menjalin tali silaturahmi. Agenda pertama diawali dengan museum Living Kotagede untuk menambah wawasam tentang sejarah dan sisi indah dari kotagede.
Living Museum Kotagede ini dulunya adalah milik kelompok masyarakat “Wong Kalang”, bangunan rumah ini milik B.H Noerijah, seorang pengusaha berlian pada masanya.

Saat ini Living Museum Kotagede ini merupakan salah satu bangunan cagar budaya. Tujuan didirikannya museum ini adalah untuk mengenalkan sejarah Kotagede, yang dulu merupakan ibu kota dari kerajaan Mataram Islam, dan hingga saat ini menjadi pusat kerajinan dan budaya.
Konsep living museum dipilih oleh masyarakat karena dianggap sebagai langkah tepat dalam upaya pelestarian, pengelolaan, dan pengembangan tinggalan budaya yang melibatkan masyarakat di sekitar.

Living Museum Kotagede patut dijadikan salah satu pilihan jika berkunjung di Kota Yogyakarta, karena selain untuk memahami sejarah Kotagede, museum ini gratis dan strategis letaknya.



























