SLEMAN — Pada hari Sabtu, 8 November 2025, Musyawarah Ambalan atau MusyAm Prakasajaya (Pramuka Kusuma Jaya) Pangkalan SMA Negeri 1 Mlati resmi dimulai.
Kegiatan tahunan ini diikuti oleh 71 peserta yang terdiri dari calon penegak, penegak bantara, penegak laksana, pembina dan Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan.
MusyAm merupakan forum tertinggi Ambalan Sri Sultan Hamengkubuwana IX – Saridjah Niung Bintang Soedibyo, sehingga pelaksanaannya menjadi momentum penting untuk menilai program, membahas laporan pertanggungjawaban, dan menentukan arah kebijakan ambalan untuk satu periode ke depan.
Kegiatan dibuka oleh Kakak Fuad Galuh Prihananto, pembina satuan. Dalam amanatnya Kak Fuad menegaskan bahwa MusyAm merupakan sarana berlatih demokrasi, berdiskusi, dan musyawarah terarah.
Musyam juga ajang untuk menyampaikan pendapat, argumen, dan memberikan pertimbangan atas pendapat yang disampaikan yang kelak kemampuan tersebut akan berguna dalam setiap profesi yang dijalani.
Setelah pembukaan, sidang dilanjutkan dengan Sidang Pendahuluan yang membahas aturan penggunaan palu sidang, penentuan keabsahan peserta melalui kuorum, penetapan jalannya sidang, dan pengesahan tata tertib sebagai dasar MusyAm.
Sidang kemudian memasuki Pleno I yang berisi penyampaian dan pembahasan Laporan Pertanggungjawaban Ambalan masa bakti 2024/2025. Peserta memberikan tanggapan serta catatan evaluasi sebagai bahan perbaikan untuk periode selanjutnya.
Setelah itu, forum membentuk Sidang Komisi yang terdiri dari tiga bidang: Komisi A (Tata Organisasi dan Administrasi), Komisi B (Rancangan Program Kerja), dan Komisi C (Tata Adat Ambalan). Ketiga komisi tersebut akan melanjutkan pembahasan secara lebih mendalam pada hari berikutnya.
Pada hari kedua, sidang akan dilanjutkan dengan rangkaian pleno yang dibuat lebih padat. Pleno II digunakan untuk menerima hasil pembahasan komisi, Pleno III untuk menetapkan keputusan komisi.
Kemudian Pleno IV untuk memilih Ketua serta Pemangku Adat Ambalan masa bakti 2025/2026, dan Pleno V sebagai sesi penetapan keputusan akhir sekaligus penutupan MusyAm.



























