YOGYAKARTA — Pusat Pengembangan Jurnalistik dan Sistem Informasi (PusbangJusinfo) Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) menyelenggarkan Temu Pewarta Istimewa #1.
Kegiatan digelar di Omah Kalang, Kotagede, Yogyakarta pada Minggu, 9 November 2025 dihadiri oleh lebih dari 30 Pewarta Istimewa yang ada di DIY saat ini.
Temu Pewarta Istimewa ini adalah yang perdana digelar dalam konsep yang hangat dan penuh kekeluargaan, menjadi momen silaturahmi yang luar biasa.
Agenda diawali dengan Observasi Living Museum Kotagede yang berlokasi tidak jauh dari Omah Kalang. Kemudian dilanjutkan dengan pembukaan secara resmi oleh Ketua PusbangJusinfo Kak Choiri Setiawan.
Dalam sambutannya, Kak Choiri menyampaikan terima kasih atas kehadiran para Pewarta Istimewa yang berasal dari Kwartir Cabang se-DIY. Pihaknya juga menyebutkan bahwa pertemuan kali ini sebenarnya telah digagas lama, namun baru bisa terlaksana.
Lebih lanjut, Kak Choiri berharap Temu Pewarta Istimewa ini akan terus berlanjut dan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, namun juga menjadi media pembelajaran sekaligus bisa berdampak untuk pramuka dan masyarakat.
Usai sambutan, Kak Choiri kemudian menyampaikan apresiasi berupa piagam penghargaan kepada perwakilan Pewarta Istimewa dari masing-masing Kwartir Cabang.
Agenda berikutnya adalah pemetaan potensi Pewarta Istimewa sekaligus diskusi terkait apa saja yang nantinya akan dilakukan ke depan, khususnya mengoptimalkan peran. Sesi ini dipandu oleh Kak Abiyyi Yahya Hakim.
Materi menarik terkait dengan Budaya Belajar dan Menumbuhkan Inovasi kemudian disampaikan oleh Kak Choiri sebagai penguatan bagi para Pewarta Istimewa.
Kak Choiri menyebutkan bahwa Pewarta Istimewa yang Kuat adalah Pewarta yang Tumbuh. Menurutnya, dengan menjadikan belajar sebagai sebuah budaya dan inisiatif sebagai pedoman, Pewarta Istimewa akan selalu relevan, adaptif, dan mampu memberi dampak positif yang berkelanjutan bagi Gerakan Pramuka dan masyarakat.
Di akhir materinya, Kak Choiri memberikan tips model belajar dengan skema 70-20-10 yang sangat efektif untuk pembelajaran profesional, menekankan pentingnya praktik di lapangan, bukan hanya teori.
Skema tersebut yaitu 70% Learning by Doing (Praktik Langsung); 20% Learning from Others (Sosial); dan 10% Formal Learning (Terstruktur).



























