YOGYAKARTA — Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) menyelenggarakan sesi materi dalam rangkaian Bimbingan Teknis Adaptasi Perubahan Iklim (Bimtek API) pada Sabtu 10 Mei 2025.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kwartir Nasional yaitu Kak Bambang Sasongko (Kokok) dan Yayasan Plan Indonesia Kak Enos Ndapareda, yang menyampaikan materi seputar kebijakan pengintegrasian pendidikan API dalam kegiatan kepramukaan serta isu safeguarding.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman anggota Pramuka terkait pentingnya adaptasi perubahan iklim sekaligus perlindungan terhadap peserta didik, terutama anak-anak dan remaja. Dalam paparannya, Kak Enos menekankan pentingnya analisis kepentingan publikasi.
“Publikasi kegiatan harus memperhatikan hak dan keamanan anak. Identitas peserta tidak boleh ditampilkan secara lengkap demi menghindari risiko penculikan atau pelanggaran privasi,” ujar Kak Enos.
Selain itu, analisis risiko sebelum kegiatan juga menjadi poin utama. Kak Kokok menambahkan bahwa dalam merancang kegiatan, kwartir harus adaptif terhadap lingkungan strategis dan kebijakan nasional.

Ia menyampaikan bahwa kebijakan dari kwartir nasional mendorong kerja sama lintas sektor, termasuk dalam pembangunan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia.
Pada sesi tanya jawab, Kak Setyo dari SMK N 3 Wonosari yang menanyakan tentang tanggung jawab ketika terjadi musibah dalam kegiatan, meskipun telah dilakukan pemetaan risiko.
Kak Enos menjelaskan pentingnya komunikasi dengan orang tua melalui surat izin yang memuat informasi kesiapan dan risiko kegiatan.
Sesi materi yang disampaikan Kak Enos dan Kak Kokok mempertegas bahwa pendidikan kepramukaan tidak hanya membentuk karakter, tetapi juga harus menjamin keselamatan dan kenyamanan peserta didik dalam setiap kegiatan.



























