JAKARTA — Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan pramuka telah dibuka secara resmi oleh Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Kak Budi Waseso pada Senin, 13 Januari 2025 di Gedung Sarbini, Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur.
Agenda selanjutnya dalam Rakernas 2025 adalah Sidang Pleno I yang diisi dengan berbagai paparan umum baik dari Kementerian/Lembaga, maupun dari unsur Kwarnas dan lainnya.
Salah satu paparan yang disampaikan adalah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Hadir dalam Rakernas yaitu Kak Dr. Mariman Darto, Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta.
Dalam paparannya, Kak Mariman menegaskan bahwa pendidikan bermutu adalah untuk semua. Hal itu sebagaimana tertera dalam Undang Undang Dasar 1945, Undang-Undang No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, serta Asta Cita Kabinet Merah Putih.
“Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas,” ujarnya menyebutkan Asta Cita yang dimaksudkan.
Kak Mariman menyampaikan bahwa untuk bisa menjadi bangsa yang cerdas dan maju diperlukan pendidikan yang bermutu yang didukung dengan sarana prasarana memadai, pendidik dan tenaga pendidikan yang kompeten serta sejahtera, lingkungan sosial budaya yang mendukung, serta pembelajaran adaptif dan bermakna.
Sementara itu pendidikan untuk semua diwujudkan dalam pengembangan talenta unggul, layanan pendidikan inklusif, pembiayaan pendidikan afirmatif, serta ketersediaan layanan merata.
Lebih lanjut disampaikan pula terkait 6 program prioritas Kemendikdasmen yang terdiri dari, penguatan pendidikan karakter; wajib belajar 13 tahun dan pemerataan kesempatan pendidikan; peningkatan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru; penguatan Pendidikan unggul, literasi, numerasi dan sains teknologi; pemenuhan dan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan; serta pembangunan bahasa dan sastra.
Untuk itu ada strategi kebijakan partisipasi semesta, yaitu Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan, sebagaimana tertuang dalam UU 20 Tahun 2023, Pasal 4 ayat 6.
Indonesia Indonesia akan mencapai 100 tahun kemerdekaan pada tahun 2045, dengan visi menjadi negara maju, adil, dan sejahtera. Asta Cita 2045 mencakup tujuan pembangunan nasional dalam aspek manusia, lingkungan, ekonomi, teknologi, dan pemerintahan.
“Gerakan Pramuka memiliki peran strategis sebagai wadah pembinaan generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan
pembinaan generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan berbudi pekerti luhur,” sebut Kak Mariman.
Pihaknya menegaskan bahwa perlu adanya upaya untuk memperkuat sinergi Gerakan Pramuka dalam mendukung capaian Asta Cita serta mendorong langkah konkrit pada tingkat nasional dan daerah.
Dalam mewujudkan hal tersebut, dalam Gerakan Pramuka perlu adanya peran pembentuk karakter, peran pengembangan keterampilan dan usaha, peran kepedulian lingkungan dan keberlanjutan, peran penguatan digital, serta kepemimpinan dan peran serta dalam pemerintahan.
Setidaknya ada 4 inovasi Gerakan Pramuka untuk Asta Cita. Yaitu, Pramuka Edu Green Center, Pusat Edukasi dan pelatihan ramah lingkungan berbasis teknologi dengan program misalnya pelatihan pengolahan limbah, energi baru terbarukan, pertanian urban.
Kemudian Scout Startup Incubator, yaitu Program akselerasi wirausaha muda berbasis digital dan sosial dengan memberikan pendampingan dan akses pendanaan bagi anggota muda.
Selanjutnya Gerakan Pramuka Sehat, yaitu Kampanye gizi seimbang dan kebiasaan hidup sehat kerjasama dengan Kesehatan untuk Program Cegah Stunting dan vaksinasi pemuda.
Juga Scout Disaster Respons Team, yaitu Penguatan Tim relawan Bencana berbasis komunitas dengan latihan rutin dan koordinasi bersama BNPB dalam tanggap darurat.
“Strategi penerapannya yaitu dengan penguatan kapasitas kwartir, kolaborasi multistakeholder, serta monitoring dan evaluasi program,” tegas Kak Mariman.
Di akhir paparannya, Kak Mariman menegaskan kembali bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran signifikan dalam mendukung Asta Cita menuju Generasi Emas 2045. Hal itu bisa dicapai dengan kolaborasi, inovasi program, dan sinergi di setiap tingkatan.
Kak Mariman kemudian juga mengajak seluruh peserta Rakernas dalam hal ini Kwartir Nasional dan Kwartir Daerah untuk bersama-sama merealisasikan visi mencerdaskan dan memajukan bangsa, serta menjadikan Gerakan Pramuka sebagai Pilar Utama dalam mencetak generasi muda unggul. (cst)



























