JAMBI — Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN) tahun 2021 bakal segera digelar di akhir tahun 2021 ini di Jambi. Tentunya tidak mudah mendesain PWN di tengah situasi pandemi Covid-19 dengan berbagai dampak negatifnya. Setidaknya, itulah yang disampaikan oleh Tim Media PWN Jambi 2021 melalui rilis yang disampaikan, Jumat (22/10/2021).
“Tantangan penerapan protokol kesehatan, situasi psikologis masyarakat yang masih tertekan karena pandemi, ketahanan ekonomi dan pangan yang masih rentan, merupakan beberapa aspek eksternal yang menjadi pertimbangan,” tulis Tim Media PWN Jambi 2021.
Mereka menyampaikan pula bahwa pada sisi lain, Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jambi sebagai tuan rumah juga tetap berkeinginan menghadirkan PWN yang inovatif sebagai media pendidikan, yang juga inovatif membantu masyarakat keluar dari tekanan dampak pandemi.
“Jadi, PWN Jambi 2021 yang merupakan PWN ke 14, memang dituntut tidak saja mampu menghadirkan inovasi, tetapi mampu pula menghadapi berbagai tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada. Itulah dua hal yang terus menjadi pijakan berfikir dalam finalisasi desain PWN,” lanjutnya.
Ditegaskan bahwa Kwarda Jambi telah memutuskan PWN Jambi 2021 merupakan “PWN Berkelanjutan” agar memberi dampak optimal bagi masyarakat penerima manfaat serta agar mampu menjadi prototype pengabdian masyarakat Gerakan Pramuka secara paripurna.
Terkait dengan itu, maka isu strategis PWN kali ini tidak hanya berupa Pramuka ikut membangun sarana prsarana fisik desa, tetapi Pramuka harus mampu ikut membangun dan mendorong kemandirian desa berstandard desa SDG’s. Kwarda Jambi bercita-cita PWN berkelanjutan ini dalam 3 tahun yang akan datang bisa melahirkan desa Pramuka berstandard desa SDG’s, desa yang mandiri, berkemajuan dan berkesejahteraan sekaligus dapat menjadi semacam “laboratorium pendidikan kepramukaan berbasis community development”
Melalui rilis kali ini, Kwarda Jambi juga menyebutkan bahwa pihaknya menyadari bahwa tidak bisa sendirian melaksanakan agenda PWN Berkelanjutan. Diperlukan jalinan dan strategi kemitraan serta kerjasama dengan semua pihak.
“Kemitraan merupakan pilar dan agenda penting dalam tata kelola PWN Jambi 2021,” ujarnya.
Salah satu contonya disebutkan jalinan kemitraan dengan Kementerian, jajaran SKPD Provinsi Jambi, dan SKPD Kabupaten Batanghari sebagai lokasi PWN, serta jalinan kemitraan dengan berbagai lembaga nirlaba yang fokus pada pemberdayaan dan pengembangan kawasan terus diupayakan secara optimal.
“Termasuk dalam hal ini kemitraan dengan berbagai lembaga yang selama ini telah melaksanakan pendampingan terhadap Suku Anak Dalam,” lanjutnya.
Disebutkan bahwa prinsip-prinsip tata kelola kemitraan dan kerjasama diterapkan dengan standar good governance agar memberi manfaat optimal baik bagi masyarakat desa penerima manfaat maupun bagi inovasi pendidikan kepramukaan.
Melalui persiapan penyelenggaraan PWN Jambi 2021 ini, jajaran Kwarda Jambi dan Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka tingkat Daerah (DKD) Jambi, berkesempatan belajar dan mengembangkan kemitraan serta kerjasama sebagai salah satu pilar penting dalam pembangunan desa secara berkelanjutan.
Kwarda Jambi telah merancang PWN dengan berbagai kegiatan fisik pembangunan sarana prasarana desa, dan berbagai program kemandirian desa seperti Digitalisasi Desa, Optimalisasi Bumdes dan Bundesma, Pemberdayaan UKM, dan Ekonomi Kreatif berbasis Desa.
“Ketahanan Pangan, Kesehatan Lingkungan dan Masyarakat, Partisipasi Masyarakat Desa dalam program Perubahan Iklim seperti pengelolaan sampah, pembuatan biopori, penghijauan daerah aliran sungai, pendampingan dan pemberdayaan Masyarakat Adat Terpencil dalam program “Pramuka Sahabat Suku Batin IX”, Pengelolaan Desa Wisata, Pendidikan Berbasis Masyarakat, SDG’s Leadership, dan lain-lain,” paparnya.
Dengan harapan, PWN selain bermanfaat bagi masyarakat juga mampu melahirkan para Pramuka Penegak Pandega sebagai kader-kader pemberdayaan dan pengembangan desa di wilayah masing-masing. Seperti sebagai Kader Pengelola Bumdesa dan Bundesma, Kader Sosiopreneurship, Kader Kepemimpinan Desa, Kader Tim Kreatif Desa, Kader Desa Wisata (Pokdarwis), Kader Lingkungan, Pengelola Energi Terbarukan, dan sebagai kader di berbagai bidang lainnya.
Dalam implementasi kemitraan dan kerjasama yang dikembangkan dalam PWN 2021, Kwarda Jambi lebih memerankan diri sebagai “hub” yang mempertemukan kebutuhan masyarakat desa untuk berkembang dengan para pemangku kebijakan, program dan kepentingan pembangunan dan pemberdayaan kawasan desa.
Pertemuan kerjasama dan kemitraan “para pihak” tersebut, kemudian dijadikan sebagai media pendidikan kepramukaan berbasis ommunity development, learning by doing serta learning by experience. Para Pramuka Penegak Pandega bisa belajar melalui pengalaman langsung dalam pemberdayaan dan pengembangan kawasan.
Saat ini, dilaporkan bahwa Kwarda Jambi bersama DKD dan Sangga Kerja masih terus berproses, berinovasi di tengah pandemi. Oleh sebab itu penyesuaian program, penyesuaian waktu, penyesuaian skema kerjasama dan berbagai penyesuaian lain merupakan hal tak terhindarkan. Kebutuhan menghadirkan sebuah inovasi yang membawa manfaat optimal bagi senegap pihak merupakan target utama.
“Kerja keras, focus, bermitra dan bekerjasama, itulah yang sedang terus dilakukan agar bisa mengahdirkan “PWN Jambi 2021 untuk Indonesia Bangkit,” tulis Tim Media PWN Jambi 2021.
Melalui kegiatan ini diharapkan pula partisipasi para Pramuka Penegak Pandega pada PWN Jambi 2021 terus dinantikan agar bisa bersama-sama berkarya, berbakti, berinovasi dan bergandeng tangan untuk “Indonesia Bangkit.” (*/rilis)

























