JAKARTA — Pusat Penelitian dan Pengembangan Gerakan Pramuka tingkat Nasional (Puslitbangnas) paparkan program pengembangan manajemen data Gerakan Pramuka.
Program ini dirancang sebagai salah satu upaya untuk menuju open data dari Gerakan Pramuka mencakup tiga hal utama yaitu, pertama : pengembangan sistem pendataan berbasis IT bekerjasama dengan berbagai pihak.
Kedua: Pelaporan, Presentasi, dan Informasi Data yang Rutin dan Terkini (up to date); serta Ketiga : Dukungan Data untuk Informasi Publik, Pengembangan Keputusan dan Kebijakan Strategis Gerakan Pramuka.
Puslitbangnas menjelaskan bahwa sedikitnya ada empat manfaat komunikasi publik Gerakan Pramuka berbasis data, yaitu
- Membangun kepercayaan dan dukungan publik terhadap Gerakan Pramuka
- Membangun kepercayaan dan dukungan publik lembaga pemerintah terhadap Gerakan Pramuka
- Menumbuhkan dukungan publik dan pemerintah terhadap inovasi dan kebijakan Gerakan Pramuka
- Membuka dan memberi kemudahan akses data Gerakan Pramuka sebagai obyek kajian dan penelitian ilmiah
Selain itu, Puslitbangnas juga menegaskan bahwa dengan adanya akurasi data tentunya bermanfaat bagi internal Gerakan Pramuka baik dari sisi pengambilan kebijakan dan keputusan strategis, pemetaan potensi, alat ukur efektifitas, serta perumusan dan penetapan growth strategy.
Dalam waktu dekat Puslitbangnas akan melakukan penerbitan data dan angka Gerakan Pramuka secara Nasional untuk melihat potensi Gerakan Pramuka secara nasional. Selain itu juga mendorong setiap Kwartir Daerah dapat melakukan hal yang sama untuk melihat dan mengukur potensi masing-masing Daerah.
Setidaknya ada tiga bagian utama dari laporan Data dan Angka Gerakan Pramuka, yaitu Bagian 1 berisi data-data umum Gerakan Pramuka, merupakan data untuk melihat Gerakan Preamuka secara umum baik dari aspek kelembagaan, sumber daya manusia dan peserta didik.
Bagian 2 berisi data-data yang berbasis Kwartir Daerah merupakan data untuk melihat potensi, kelemahan dan kekuatan masing Kwartir Daerah; dan Bagian 3 berisi data-data Gerakan Pramuka yang dibandingkan dengan data eksternal (sekunder) maupun data internal, merupakan data untuk melihat potensi dan peran Gerakan Pramuka dalam Sistem Pendidikan Nasional.
Harapan besarnya dengan adanya penerapan model menejemen data yang tepat, pendataan Gerakan Pramuka benar-benar ditopang oleh “essential data” sehingga membawa kemanfaatan yang besar bagi Gerakan Pramuka dan segenap pemangku kepentingan. (cst)


























