YOGYAKARTA — Workshop Best Practice Membina Pramuka di Masa Pandemi COVID-19 yang diselenggarakan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan tingkat Daerah (Pusdiklatda) Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) memasuki hari kedua, Kamis (04/03/2021).
Lima narasumber pembina Penggalang memaparkan materinya. Diawali Kak Indrati Sayuto, S.Pd., M.Pd, LMG perwakilan dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kulon Progo, dilanjutkan Kak Alfian Huda, S.Pd. dari Kwarcab Bantul.
Kemudian ada Kak Rini Harjanti, M.Pd. dari Kwarcab Gunungkidul, Kak Agus Margunaji, S.Pd. dari Kwarcab Sleman, dan Kak M. Mulyadi, LMG dari Kwarcab Kota Yogyakarta.
Dipandu moderator Kak Christiana Riyadi, S.I.P., S.Th., MG, paparan materi Best Practice Membina Pramuka di Masa Pandemi COVID-19 disimak secara antusias oleh 234 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.
Paparan disampaikan oleh para narasumber bagaimana membina peserta didik golongan penggalang dengan menggunakan kemajuan Teknologi Informasi, berbagai macam aplikasi, serta metode yang tidak mengurangi kaidah pembinaan kepramukaan.

Berbagai pertanyaan juga disampaikan oleh peserta yang mendapatkan kesempatan dari moderator. Salah satunya terkait kiat-kiat mengajak peserta didik bisa mencapai Pramuka Garuda dan mengatasi berbagai kesulitan dalam masa pandemi ini.
Diketahui bahwa rangkaian kegiatan telah dimulai dari kemarin dan masih akan berlanjut sampai besok yaitu untuk golongan Penegak/Pandega. Selain melalui Zoom, kegiatan ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube Kwarda DIY.
Sebelumnya, di awal agenda hari ini sempat disampaikan pula beberapa informasi dari Kak Prayogo Ontowiryo, S.E. selaku Kepala Pusdiklatda DIY. Pihaknya menyampaikan terimakasih atas antusias dan partisipasi dari kakak-kakak pembina dari seluruh Indonesia dalam mengikuti kegiatan.
Lebih lanjut Kak Prayogo juga berharap semoga kegiatan ini mampu menginspirasi bagaimana membina pramuka dalam kondisi yang berbeda dari biasanya yaitu di tengah pandemi dan harus menggunakan berbagai teknologi. (cst)


























