BANTUL — Peserta Perjalanan Tanggap Pahlawan Perwira Swadaya (Pertapa Wiradaya) XXXVII menuju Pos 3 pada Sabtu, 22 November 2025 pagi mendadak terhenti setelah salah satu peserta mengalami kram di jalur tanjakan.
Peristiwa tersebut terjadi di bagian tengah jalur yang cukup menyita tenaga, sehingga rekan peserta langsung jatuh duduk sambil memegangi betisnya.
Didampingi oleh anggota PMR yang ikut dalam rombongan tim kesehatan, kram terjadi setelah peserta tersebut beberapa kali mengeluh pegal saat melintasi jalur menanjak.
“Tadi dia sempat bilang kakinya capek, terus tiba-tiba langsung kram dan nggak bisa jalan. Kita langsung berhenti,” ujar tim PMR saat ditemui di basecamp.
Beberapa peserta yang berada di sekitar lokasi berusaha menolong, namun situasi sempat berubah jadi momen kocak. Ekspresi korban yang meringis membuat sejumlah teman malah menahan tawa sebelum akhirnya benar-benar membantu.
“Awalnya kasihan, tapi ekspresinya lucu banget. Jadi bukannya langsung nolong, malah pada ketawa dulu,” terang anggota PMR tersebut.
Tak lama setelah itu, petugas kesehatan yang sedang melintas di jalur memberikan pertolongan pertama. Petugas memeriksa kondisi peserta dan memberikan arahan peregangan hingga betisnya mulai membaik.
Setelah beberapa menit, peserta tersebut dinyatakan bisa melanjutkan perjalanan meski harus berjalan sedikit lebih pelan.
Namun kejadian tak berhenti di situ, sesampainya di Sub Camp, justru anggota PMR yang tadi menolong, yang sebelumnya ikut menertawakan, mendadak mengalami demam ringan dan terlihat lemas.
“Kayaknya ini balasan ya… saya yang ngetawain, saya yang sakit,” ucapnya sambil tertawa kecil.
Setelah menerima obat dan istirahat dari tim kesehatan, baik peserta kram maupun anggota PMR dipastikan dalam kondisi stabil. Pembina mengimbau seluruh peserta untuk menjaga kondisi fisik karena jalur menuju pos-pos berikutnya masih membutuhkan stamina yang baik.



























