YOGYAKARTA — Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kulon Progo Kak Arif Prastono, S.Sos., M.Si menjadi narasumber dalam Siaran Kawruh di RRI Pro 4 Yogyakarta edisi Kamis, 19 Mei 2022 yang merupakan program rutin bulanan dari Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY).
Dalam kesempatan kali ini, Kak Arif Prastowo menyampaikan berbagai hal terkait dengan Kwarcab Kulon Progo sebagaimana tema yang diusung yaitu Lebih Dekat dengan Kwarcab.
Kak Arif menjelasakan kondisi dari Kwarcab Kulon Progo yang merupakan satu di antara lima Kwarcab di wilayah Kwarda DIY yang memiliki 12 Kwartir Ranting. Untuk mengoptimalkan kinerjanya di kepengurusan masa bakti 2021 – 2025, Kak Arif dibantu 7 Wakil Ketua Kwarcab yang membidangi 7 hal.
Ketujuh bidang tersebut yaitu, Bidang Pembinaan Anggota Muda; Pembinaan Anggota Dewasa; Manajemen Organisasi dan Hukum; Pengembangan Usaha; Humas, Pengabdian Masyarakat, Penanggulangan Bencana, dan Lingkungan Hidup; Pengembangan Pariwisata; serta bidang Kebudayaan dan Kearifan Lokal.
Sebagai bagian tak terpisahkan dalam unsur pimpinan juga ada Sekretaris, dua Wakil Sekretaris, dan Bendahara untuk memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya kepengurusan di Kwarcab Kulon Progo.
Kak Arif menyampaikan beberapa program kegiatan tahun 2022 dari Kwarcab Kulon Progo dari per Bidang yang ada dalam kepengurusan, kegiatan partisipasi tingkat nasional yang menjadi kegiatan prioritas, serta kegiatan unggulan yaitu Jelajah Wisata Kulon Progo (JELITAKU).
Untuk membangun dan mengembangkan Gerakan Pramuka yang lebih baik lagi, Kak Arif menjelaskan bahwa Revitalisasi Gerakan Pramuka harus dilakukan secara terus menerus, hingga mencapai titik terpenting dalam pembangunan kepemudaan. Untuk mencapainya diperlukan aktivitas dan rencana kegiatan yang konstruktif, kreatif, dan inovatif.
Menurut Kak Arif, Gerakan Pramuka harus lebih dinamis dan mengikuti perkembangan zaman. Utamanya pada perkembangan Teknologi Informasi atau dunia digital saat ini.
“Kemajuan TI sangat luar biasa, kemampuan dalam hal tersebut untuk mempertahankan eksistensi dan mengembangkan harus menjadi prioritas Gerakan Pramuka,” ujarnya.
Lebih lanjut Kak Arif juga menegaskan bahwa pentingnya kolaborasi untuk mengembangkan Gerakan Pramuka, memperluas entitas pramuka dari yang ada saat ini.
“Pramuka harus lebih dinamis. Kita harus membuat semua aktivitas menjadi milik bersama, bukan hanya anggota pramuka,” imbuh Kak Arif yang juga merupakan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kulon Progo.
Baginya, sebagai Kepala Disdikpora, sinergitas Bidang/Dinas yang ia pimpin dengan Gerakan Pramuka terjalin sangat baik. Dalam struktur dinas ada Bidang Pemuda dan Olahraga; Bidang Pendidikan SD, Bidang Pendidikan SMP, yang Pramuka ada di dalamnya.
“Menjadi satu rumah, lebih mudah mengkoordinasikan dan mengelaborasi kegiatan kepramukaan. Dengan kondisi terserbut bisa didorong bukan hanya di bidang pendidikan, tapi juga di kepemudaan,” jelasnya.
Disdikpora di Kabupaten Kulon Progo tentu memperlancar kegiatan kepemudaan dan pendidikan, termasuk pramuka salah satunya tentu dengan adanya alokasi anggaran dan juga fasilitasi sarana dan prasarana pembinaan kepramukaan tersebut.
Menjawab pertanyaan terkait standarisasi pembina pramuka, Kak Arif menjelaskan bahwa di Kulon Progo antara Kwarcab dengan Disdikpora bekerjasama dalam hal mengintensifkan kursus mahir pembina.
“Untuk dapat membina harus tetap lulus Kursus Mahir, standar pembina yang menjadi ketentuan bagi pembina. Tidak semua orang bisa membina di satuan pendidikan,” tegasnya.
Di akhir live on air-nya di RRI Pro 4 Yogyakarta selama satu jam tersebut, Kak Arif berpesan kepada seluruh pramuka di Kulon Progo, DIY, dan juga dimanapun berada bahwa pramuka harus masuk dalam cyber society mengikuti perkembangan digital, dan harus dioptimalkan sesuai dengan perkembangan zaman. (cst)



























