YOGYAKARTA — Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) telah selesai menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sebagai salah satu langkah untuk menyelaraskan program kerja tahunan.
Rakerda yang diselenggarakan secara kombinasi daring dan luring tersebut salah satunya membahas tentang arti pentingnya potensi anggota pramuka dan menjadi program utama Kwarda DIY dalam periode kepengurusan selama lima tahun ke depan.
Kak GKR Hayu, Wakil Ketua Bidang Humas, Teknologi Informasi, dan Kerjasama Kwarda DIY masa bakti 2020-2025 menyampaikan bahwa dalam upaya memaksimalkan potensi Pramuka DIY adalah dengan adanya informasi dan data akurat.
Untuk menuju hal tersebut, Kak Hayu yang sudah berpengalaman dalam konsep dan manajemen Teknologi Informasi di Kraton Yogyakarta tersebut menjelaskan bahwa salah satu kunci sukses keakurasian data tentang anggota pramuka adalah dengan peran Information Technology (IT).
“Salah satu program utama Kwarda DIY periode ini adalah memaksimalkan potensi Pramuka DIY. Salah satu kunci suksesnya adalah informasi dan data yang akurat tentang anggota Pramukanya, perlu peran IT di sini,” ujar Kak Hayu.
Lebih lanjut Kak Hayu menyebutkan bahwa membangun sistem IT itu bagian yang paling gampang, yang paling susah adalah managing manusianya.
“Komitmen pimpinan menjadi kunci ketika yang bawah-bawah mulai grenengan atau berantem sendiri-sendiri,” imbuhnya.
Respon pertama yang sering muncul dalam hadirnya suatu perubahan adalah penolakan, entah karena comfort zone atau kekhawatiran akan kegagalan. Namun menurut Kak Hayu, seorang pemimpin harus bisa me-manage manusianya, karena sistem IT lebih manut daripada manusia. (*/cst)



























