YOGYAKARTA — Zaman digitalisasi sudah menjamah. Era digital seperti saat ini, informasi bertebaran di mana-mana dan bebas kita akses dengan gawai kita, dari mana saja, kapan saja.
Kita bisa dengan mudah membaca berita tentang pramuka atau kepramukaan dari media mainstream, akun media sosial, atau bahkan sekadar status singkat di WhatsApp. Namun, pernahkah kita bertanya: di mana wajah resmi Pramuka berada di dunia digital?
Tentu saja dapat kita klaim bahwa semua itu ada di website resmi satuan. Dari Gugus Depan, Kwartir Ranting, Kwartir Cabang, Kwartir Daerah, juga Kwartir Nasional.
Bagi penulis, website bukan sekadar halaman daring berisi teks dan gambar. Website merupakan rumah digital, tempat kita menyimpan jejak kegiatan, menuliskan prestasi, mengarsipkan sejarah, dan menampilkan identitas organisasi secara utuh. Apa yang tidak sempat diangkat media mainstream, akan selalu hidup di sana.
Akan tetapi, saat ini masih banyak dari kita yang lebih bangga jika kegiatan Gugus Depan atau Kwartir muncul di media luar, daripada ketika dimuat di website resmi sendiri. Padahal, keduanya sama-sama penting, bahkan website resmi justru lebih otentik dan kredibel karena dikelola langsung oleh organisasi.
Kita bisa membayangkan ketika beberapa tahun ke depan ingin mencari arsip kegiatan kepramukaan di daerah kita. Apakah kita akan menemukan semuanya di media mainstream? Belum tentu. Tetapi di website resmi Kwartir, semua akan tersimpan rapi sebagai sejarah digital, arsip yang tidak ternilai harganya.
Namun demikian, mendukung website resmi bukan berarti kita menutup diri dari media lain. Justru sebaliknya, kita menjadikannya sebagai sumber rujukan utama, lalu membagikannya ke luar agar publik tahu: Inilah wajah Pramuka yang sesungguhnya.
Secara sadar dan semangat kolaboratif penulis mengajak untuk kita semua agar dapat membiasakan diri untuk Membaca berita dan artikel terbaru langsung dari website resmi dan Membagikan link website ketika ada liputan kegiatan, bukan hanya sekadar foto singkat di media sosial.
Selain itu, kita bisa juga berpartisipasi dengan mengirimkan informasi, tulisan, foto, video, atau cerita kegiatan untuk dipublikasikan.
Tentu saja, setiap klik, share, dan kontribusi kita adalah bentuk kebanggaan. Kita bukan hanya pembaca, tapi juga bagian dari penulis sejarah Pramuka di dunia digital.
CST-PusbangJusinfo



























