YOGYAKARTA — Kak Afira Dinda Aningtyas, Pembina Pramuka Afkaaruna Islamic School, Sleman merupakan salah satu delegasi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam kegiatan Capacity-Building Programme for Teachers yang diselenggarakan di Varanasi, India.
Kak Fira, sapaan akrab sosok yang sangat fasih berbahasa Inggris tersebut akan berangkat menuju Mumbai International Airport dari Jakarta pada Sabtu, 15 Maret 2025. Dari bandara Mumbai, ia akan melanjutkan penerbangan ke Varanasi, lokasi kegiatan berlangsung.
“Alhamdulillah semua persiapan sudah beres, visa, tiket, semua sudah. Besok (15/03) berangkat,” ujar Kak Fira.
Dalam kegiatan yang akan dibuka secara resmi pada Senin, 17 Maret 2025 tersebut Kak Fira berangkat bersama salah satu guru SMP Negeri 7 Yogyakarta yaitu Kak Yudi Biantoro. Secara khusus, keduanya dikirim oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY.
Sampai Senin, 24 Maret 2025, keduanya akan mengikuti kegiatan yang merupakan kerjasama UNESCO MGIEP dengan Pusat Pendidikan Guru Antar Universitas (IUCTE) di Varanasi dan di bawah program Kerjasama Teknis dan Ekonomi India (ITEC) dari Kementerian Luar Negeri (MEA), India.
Mereka yang nantinya tergabung dengan beberapa peserta dari negara lain akan mempelajari teknik-teknik untuk menumbuhkan kecerdasan emosional, ketahanan, dan empati pada anak usia 3-8 tahun, yang akan menjadi dasar yang kuat untuk perkembangan holistik mereka.
Kemudian kegiatan ini juga mencetak The Digital Educator: A Primer in Digital Pedagogy. Program ini membekali para pendidik dengan keterampilan dan alat untuk mengintegrasikan teknologi secara efektif ke dalam pengajaran, meningkatkan keterlibatan, dan hasil pembelajaran dengan menggunakan desain universal untuk pembelajaran. (cst)



























