KOTA DEPOK — Training of Trainer (ToT) LifeLeaders Projects tahun 2025 resmi dibuka oleh Kak Asrorun Niam Sholeh selaku Wakil Ketua Kwartir Nasional Bidang Kerja Sama Dalam Negeri dan Luar Negeri, Kamis, 22 Mei 2025 di Aula Sudirman, Taman Rekreasi Wiladatika (TRW) Cibubur, Kota Depok, Jawa Barat.
Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi Kwartir Nasional dengan Asia Pacific Scout Region yang memilih Indonesia dan Filipina sebagai pilot project kegiatan yang erat dengan penerapan unsur-unsur Sustainable Development Goals (SDGs).
Dalam sambutannya, Kak Niam menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan kali ini sangatlah penting. Kepentingan untuk Gerakan Pramuka, masyarakat, dan individu-individu secara khusus, berkaitan dengan kepemimpinan.
Menurutnya, ada banyak teori terkait dengan kepemimpinan, apakah hal itu terlahir atau terbentuk. Kak Niam menyebutkan bahwa keturunan pemimpin akan mewariskan kepemimpinan pada generasi berikutnya. Namun, kepemimpinan juga bisa lahir dari masyarakat biasa-biasa saja.
“Training of Trainer adalah suatu fase pelatihan kepemimpinan yang bersifat elit, karena kakak-kakak semua ikut pelatihan ini melalui pemilihan, bukan sekedar ngikut, tetapi dipilih,” ujarnya.
Lebih lanjut Kak Niam juga menyebutkan bahwa ToT ini merupakan rangkaian atau tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya yang diselenggarakan oleh WOSM.
Ia menekankan pula bahwa pelatihan ini tingkatannya adalah Asia Pasific, karena itu semua peserta adalah para elit dan harus mempunyai cara pandang positif sehingga bisa diejawantahkan dalam berbagai kegiatan yang positif.
Namun demikian, Kak Niam juga menyebutkan bahwa keberhasilan ToT kali ini dapat tercapai dengan adanya keseriusan, kerja keras, dan juga komitmen diri dari seluruh peserta.

Dalam kesempatan tersebut Kak Niam juga menyampaikan terkait esensi kepemimpinan adalah kemampuan bagaimana kita mengubah. Mengubah perilaku, lingkungan, dan dimana bersosialisasi. LifeLeaders merupakan salah satu program inisiatif yang dijalankan untuk mengajak anggota pramuka mampu melihat lingkungan dan strategi.
Poin lainnya yang disampaikan oleh Kak Niam terkait ToT adalah terkait dengan bagaimana kita melakukan adaptasi terhadap perubahan. Mengenali perubahan lingkungan strategis kemudian melakukan adaptasi.
Setidaknya ada tiga pola dalam beradaptasi dengan lingkungan. Yang pertama mengambil mentah-mentah karena di dalamnya mengandung kebaikan, tidak boleh ada mental block.
“Dari manapun kita bisa ambil,” tegas Kak Niam.
Yang kedua adalah mempertahankan. Mempertahankan sesuatu yang memang merupakan tradisi yang baik. Sehingga ketika ada hal yang baru tidak perlu silau. Aktivitas kebaikan yang teruji bisa dipertahankan, seperti cinta tanah air, cinta sesama, nilai kemanusiaan universal.
“Itu adalah nilai-nilai yang baik dalam kehidupan yang terus dikembangkan di dalam kepramukaan kita, dengan dasa darma, tri satya. Dimanapun kapanpun dunia ini berubah,” ujarnya.
Sementara itu adaptasi yang ketiga adalah sebuah hal terkait dengan inovasi. Bagaimana menciptakan suatu hal yang baru dan bisa diterima oleh internal maupun eksternal.
Kak Niam meminta kepada para trainer atau narasumber, yaitu para peserta ToT sebelumnya sebagai pendamping dan pelatih secara optimal memanfaatkan waktu pada pelatihan ini, guna menguatkan sisi kepemimpinan yang terpendam pada individu-individu peserta yang ada.
Di akhir sambutannya, Kak Niam berharap seluruh peserta bisa menemukenali minat bakat dan juga jiwa kepemimpinan, mampu mengaktualkan, dan diaktualisasikan dalam arah yang baik, untuk mendayagunakan kepemimpinan yang bermanfaat.
ToT LifeLeaders ini akan berlangsung mulai hari ini, 22 Mei dan akan berakhir pada Sabtu, 24 Mei 2025. Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) mengirimkan dua peserta untuk mengikuti kegiatan tingkat nasional ini. (cst)



























