YOGYAKARTA — Tiga narasumber dihadirkan pada Sarasehan dalam rangka peringatan Hari Bapak Pramuka Indonesia 2025 yang digelar di Aula Kaca, Kompleks Bumi Perkemahan Taman Tunas Wiguna Babarsari, Yogyakarta, Minggu, 20 April 2025.
Mereka adalah Kak GKR Hayu, Wakil Ketua Kwarda DIY Bidang Kehumasan, Teknologi Informatika, dan Kerjasama; Kak Tri Saktiyana, Asisten Sekretaris Daerah DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan; serta Kak Ahmad Mahardi Ismail (Ade), Wakil Ketua Dewan Kerja Daerah.
Dipandu oleh Kak Andri, Andalan Daerah Urusan Humas dan Informasi selaku moderator, sarasehan kali ini mengulas tema Mengintegrasikan Nilai-Nilai Kepramukaan dan Semangat Sri Sultan Hamengku Buwono IX di Era Digital Menuju Indonesia Emas.
Kegiatan yang dirangkai dengan Silaturahmi dan Syawalan Kwarda DIY tahun 2205 tersebut dihadiri oleh ratusan peserta yang berasal dari pengurus Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta, perwakilan kwartir cabang, serta mitra gerakan pramuk.
Ketiga narasumber menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh moderator seputar bagaimana relevansi nilai-nilai kepramukaan dan semangat Kak Sultan HB IX di era digital, serta seperti apa generasi muda ke depan dalam berkontribusi di Gerakan Pramuka.
Menurut Kak GKR Hayu, ke depan, apa yang dihadapi oleh generasi saat ini berbeda jauh dengan apa yang saat itu dihadapi oleh Kak Sultan HB IX. Sehingga, perlu banyak inovasi yang langsung berdampak di masyarakat.
Kak GKR Hayu menyebutkan bahwa Kak Sultan HB IX dalam mengembangan Gerakan Pramuka mengedepankan pembangunan masyarakat
Kak Ade menyampaikan bahwa sebagaimana gagasan Kak Sultan HB IX, bahwa pemuda atau pramuka itu hadir dalam masyarakat dengan melakukan aksi nyata dan melakukan kepedulian sosial.
Pihaknya menyampaikan dalam waktu dekat akan menyelenggarakan Perkemahan Wirakarya, salah satu gagasan dari Kak Sultan HB IX yang diakui oleh dunia.
Ia menyebutkan bahwa Perkemahan Wirakarya DIY yang akan dilaksanakan pada tanggal 4 sampai 7 Juli 2025 akan dilakukan lebih banyak Community Development, mengadaptasi dari gagasan dasar Kak Sultan HB IX, disesuaikan dengan perkembangan zaman saat ini.
Sementara itu, Kak Tri juga menanggapi terkait nilai-nilai kepramukaan itu harus spesifik yang bisa dikaitkan dengan semangat Kak Sultan HB IX, sehingga secara jelas bisa diintegrasikan di era digital ini menuju Indonesia Emas.
Pihaknya juga berpesan, agar apa yang nantinya dilakukan pada Perkemahan Wirakarya bisa tepat guna bagi masyarakat setempat dan berkelanjutan.
Menambahkan uraiannya, Kak GKR Hayu menegaskan bahwa yang bisa terus diikuti dari nilai Kak Sultan HB IX adalah penguatan jati diri. Setiap pramuka harus punya prinsip, tidak kehilangan jati diri, meskipun mengikuti perkembangan zaman yang sangat cepat ini.
Kak GKR Hayu juga berpesan agar di era digital ini semua pramuka harus menjaga moral dan etika. Selain itu juga menjaga diri agar tidak diremehkan oleh orang lain. Pihaknya juga menegaskan, agar pramuka tidak menjadikan sebuah kegiatan sosial menjadi tempat mencari duit. (cst)


























