YOGYAKARTA — Di ujung rangkaian Pelantikan Pengurus Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) yang digelar di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin, 15 Desember 2025 ada suguhan beksan atau tari spesial.
Adalah Tari Sesanti Mangayu-Hayu, sebuah karya dari KRT Sasmintadipuro yang mengandung makna ungkapan rasa syukur atas nikmat kehidupan, sekaligus doa dan harapan agar manusia senantiasa dianugerahi keselamatan serta kebahagiaan dalam menjalani hidup.
Tarian yang dibawakan oleh tiga orang penari perempuan ini mencerminkan kedewasaan spiritual, ketenangan batin, dan kesadaran akan nilai-nilai kehidupan.
Dalam beksan ini digambarkan sosok perempuan dewasa yang telah memahami makna kehidupan dan mampu mensyukuri setiap anugerah Tuhan Yang Maha Esa.
Makna tersebut disimbolkan melalui gerak tangan menengadah ke atas, menyerupai sikap berdoa, sebagai wujud pasrah, harap, dan syukur kepada Sang Pencipta.
Tarian ini sekaligus menjadi doa dan pengharapan agar selama masa bakti lima tahun ke depan, seluruh jajaran pengurus Kwarda DIY senantiasa diberikan kelancaran dalam mengemban amanah.
Juga kemudahan dalam setiap tugas, keselamatan dalam setiap langkah pengabdian, serta kebahagiaan dalam menuntaskan seluruh tanggung jawab kepada Gerakan Pramuka dan masyarakat. (cst)


























