YOGYAKARTA — Pimpinan Sako Sekolah Islam Terpadu (SIT) beserta perwakilan pembina dan calon peserta World Muslim Scout Jamboree 2025 melakukan kunjungan silaturahmi ke Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) pada Selasa, 12 Agustus 2025.
Kedatangan mereka ini adalah untuk memohon doa restu, agar dalam mengikuti kegiatan tingkat internasional yang dilaksanakan pada bulan September 2025 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur itu berjalan dengan lancar.
Kak Bani Achmad Sumiyatno, Ketua Pimpinan Sako SIT Tingkat Daerah menyampaikan terimakasih atas penerimaan kunjungan silaturahmi. Pihaknya menyampaikan bahwa kontingen DIY terdiri dari 120 orang, peserta dan pendamping.
Adapun perwakilan dari Sako SIT yang berangkat dalam kegiatan internasional tersebut adalah dari SMPIT Luqman Al Hakim Internasional, SMPIT Baitussalam Prambanan, dan SMAIT Baitussalam Prambanan.
Kunjungan diterima oleh Kak Arifin Budiharjo, Wakil Ketua Kwarda DIY Bidang Pembinaan Anggota Muda yang didampingi oleh Kak Iskak Budi Latihantoro, Andalan Daerah Urusan Satuan Komunitas dan Gugus Dharma, serta Kak Aminah Nur Rahmah, Andalan Daerah Urusan Organisasi dan Manajemen.
Kak Arifin berpesan kepada calon kontingen untuk selalu menjaga nama baik Kwarda DIY, karena para peserta bertindak sebagai orang yang istimewa dan berbudi luhur.
Menurutnya, kegiatan ini selain diikuti dari berbagai wilayah Indonesia juga luar negeri, juga menjadi kesempatan untuk menjalin komunikasi dan bertukar kenang-kenangan.
“Gunakan kesempatan ini dengan baik, karena link dan komunikasi yang dijalin adik-adik akan bermanfaat untuk masa depan, manfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kak Arifin juga menekankan bahwa pertemanan di kepramukaan bisa membawa sukses di karir dan studi, asal mau memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Satu jejaring akan membuat kita bisa terhubung luas dengan wilayah lain.
Kemudian Kak Iskak juga berpesan bahwa kontingen yang berangkat merupakan wajah dari DIY. Menurutnya, kontingen dari DIY ibarat iklan yang memperkenalkan kekhasan budaya dan pengetahuan Yogyakarta.
“Misalnya mengenalkan sumbu filosofi, juga dapat membawa makanan khas Jogja dan pengetahuan-pengetahuan tentang keistimewaan,” ujarnya.
Pihaknya juga mengingatkan agar kontingen dari DIY nantinya tidak lupa untuk selalu berdoa dalam setiap langkah yang dilakukan. Termasuk juga tidak lupa membawa obat-obatan pribadi.
“Jika memungkinkan, tulis memori adik-adik selaman kegiatan sebagai kenang-kenangan, syukur-syukur bisa di publikasikan,” tegasnya.
Sementara itu Kak Aminah juga menyampaikan pesan kepada calon peserta World Muslim Scout Jamboree 2025 dari Sako SIT DIY. Saat ini masih ada waktu untuk melakukan pengecekan kembali kebutuhan dan peralatan yang akan dibawa.
“Persiapkan diri dengan baik,” pungkasnya.
Sebagaimana informasi yang dihimpun, World Muslim Scout Jamboree 2025 akan diikuti oleh lebih dari 15 ribu peserta dari berbagai negara di dunia. Agenda ini menjadi momen spesial dan istimewa, karena pertama kali diselenggarakan di Indonesia.



























