YOGYAKARTA — Sidang Komisi 3 Rapat Kerja Daerah (Rakerda) tahun 2025 berlangsung di aula kaca Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY).
Sidang dipimpin oleh Ketua Sidang, Kak Sutanto dan Sekretaris Kak Koswala didampingi oleh Kak GKR Hayu, Wakil Ketua Bidang Humas, Teknologi Informatika, dan Kerjasama, serta Kak Edy Heri Suasana, Wakil Ketua Kwarda DIY Bidang Organisasi, Manajemen, dan Hukum.
Salah satu agenda penting dalam sidang ini adalah pembahasan mengenai Sistem Informasi Kelembagaan dan Anggota Pramuka (SISKA). Kak Choiri Setiawan, Ketua PusbangJusinfo, menyampaikan pentingnya integrasi kelembagaan Kwartir dengan SISKA, khususnya dalam hal surat-menyurat yang masih perlu dioptimalkan.
“Harapannya adalah terintegrasinya SISKA dengan beberapa hal, termasuk surat-menyurat antar kwartir,” ujarnya.
Kak Edy menambahkan mengenai integrasi Pramuka Istimewa dalam SISKA, menjelaskan bahwa konsep dasar mirip dengan SKU di Pramuka Istimewa, yang berfungsi untuk mendata peserta didik yang telah menempuh tingkatan tertentu, sehingga saat pelantikan kwartir, data tersebut sudah tersedia.
Kak Neini Utami, anggota Satuan Pengawas Internal (SPI), turut memberikan tanggapan terkait SISKA. Ia menyarankan agar dibuat artikel tutorial untuk memudahkan belajar bersama, yang diunggah di website Pramuka DIY.
“Harapannya adalah adanya langkah-langkah pengembangan SISKA secara berkelanjutan dan pembuatan Modul SISKA,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Kak Choiri menjelaskan bahwa modul sudah tersedia dan terdapat grup admin SISKA. Namun, untuk keperluan belajar SISKA secara menyeluruh, hal ini masih terkendala karena para admin SISKA memerlukan pakta integritas yang menegaskan pemahaman mereka mengenai data pribadi yang harus dijaga.
Pembahasan berikutnya yang menarik adalah mengenai Festival Pramuka Jogja (FPJ), yang disampaikan oleh Kak GKR Hayu. Ia menjelaskan bahwa FPJ merupakan ajang berkumpulnya keluarga Pramuka Jogja.
“FPJ 2025 rencananya akan dilaksanakan di weekend pertama bulan Agustus atau weekend terakhir Juli,” ungkapnya.
Proposal kegiatan akan diedarkan pada bulan Februari, dan Kwartir serta Saka diharapkan dapat berpartisipasi dalam merencanakan kegiatan yang dapat berjalan bersamaan dengan anggaran yang telah ada.
Kak GKR Hayu juga menegaskan pentingnya kerjasama yang perlu diperhatikan lebih lanjut di tahun 2025.
Sidang Komisi 3 Rakerda 2025 diharapkan dapat mendorong pengembangan SISKA dan memperkuat kerjasama di kalangan anggota Pramuka di Daerah Istimewa Yogyakarta.



























