YOGYAKARTA — Kak Akhmad Mahardi Ismail (Ade), Wakil Ketua Dewan Kerja Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DKD DIY) dan Kak Lathif Rahardian Ahmad, Sekretaris 1 DKD DIY menjadi narasumber dalam Siaran Kawruh RRI Pro 4 Yogyakarta edisi Kamis, 19 Juni 2025.
Selama kurang lebih satu jam, Kak Ade dan Kak Lathif menjelaskan tentang ragam kegiatan yang akan dilaksanakan pada Perkemahan Wirakarya DIY 2025.
Mengusung tema Penegak dan Pandega DIY Bersama Berkarya, Berdampak Nyata, Membangun Yogyakarta, Perkemahan Wirakarya DIY 2025 akan dilaksanakan di Kampung Pramuka Sokorojo, Wijimulyo, Kulon Progo pada tanggal 4 sampai dengan 7 Juli 2025.
Kak Ade menjelaskan bahwa tren yang sedang berkembang di dunia global saat ini adalah pembelajaran berbasis masyarakat yang penuh dengan kolaborasi.
“Gerakan Pramuka sebagai ‘learning organization’ harus berdiri di depan agar menjadi inspirasi dan energi untuk negeri bagi seluruh elemen bangsa agar lebih sensitif dalam menyikapi persoalan masyarakat,” ujar Kak Ade.
Ia menyebutkan bahwa kegiatan karya bakti Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega kepada masyarakat, baik dilakukan secara perorangan maupun kelompok adalah kegiatan pendidikan kepramukaan dalam rangka membina dan mengembangkan rasa tanggung jawab serta sebagai realisasi Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka.
Perkemahan Wirakarya ini menurut Kak Ade merupakan partisipasi Pramuka Penegak dan Pandega dalam pembangunan di masyarakat serta meningkatkan kegiatan karya bakti. Gumgregah (Guyub, Makarya, Greget, Sumringah) menjadi slogan yang diangkat dalam kegiatan tersebut.
Disambung oleh Kak Lathif, bahwa pramuka secara aktif berkontribusi dalam pembangunan nasional. Salah satu
wujud nyatanya adalah Perkemahan Wirakarya DIY 2025 di Kampung Pramuka Sokorojo, Kulon Progo tersebut sekaligus meningkatkan potensi Pramuka Penegak dan Pandega dalam semangat gotong royong.
Kegiatan akan diikuti oleh lebih dari 200 peserta yang merupakan perwakilan dari setiap Kwartir Cabang se-DIY da juga melibatkan masyarakat Kalurahan Wijimulyo, Nanggulan, Kulon Progo.
Ditegaskan oleh keduanya bahwa fokus Perkemahan Wirakarya DIY 2025 adalah pembangunan masyarakat (Community Services) dan pengembangan masyarakat (Community Development).
Adapun beragam agenda untuk Giat Community Services adalah Perataan Lahan, Pembangunan Monumen Kampung Pramuka, Pembangunan Greenovation House, Pembangunan Dermaga River Tubing Dekorasi Pramuka, Kampung Rumah Pembangunan Maggot, serta Pengecatan Tempat Sampah Terpilah.
Sementara untuk ragam Giat Community Development yang akan dilaksanakan antara lain, Eco-Hero Jogja, Workshop Business Plan, Bimtek Pengelolaan BumKam, Pelatihan Water Rescue, Pelatihan Budidaya Maggot, Workshop Budidaya Ikan, Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme, Youth Eco-Preneur.
Kemudian Pelatihan Digital Marketing, Pelatihan Mental Health Agent, Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos, Pelatihan Jurnalistik, Workshop Content Creator, dan Demo Day Pengelolaan Sampah. (cst)



























