SLEMAN — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sleman melakukan audiensi ke tiga lokasi berbeda dalam rangka memperkuat sinergi program kepramukaan dengan instansi di luar Gerakan Pramuka, Rabu, 18 Juni 2025.
Audiensi ini sebagai bentuk partisipasi aktif Kwarcab Sleman dalam mendukung instruksi Bupati Sleman untuk turut serta menekan angka kenakalan remaja, kejahatan jalanan, dan peredaran minuman keras (miras) di Wilayah Kabupaten Sleman.
Dalam agenda audiensi kali ini, rombongan terdiri dari Sekretaris Kwarcab Sleman Kak Dra. Shavitri Nurmala Dewi, Wakil Ketua Bidang Organisasi, Manajemen, dan Hukum, Bendahara, Ketua DKC Sleman, dan 2 (dua) orang Staf Sekretariat.
Kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sleman
Tempat pertama yang dikunjungi adalah Lapas Kelas IIB Sleman. Rombongan disambut langsung oleh Kepala Lapas yaitu Bapak Kelik Sulistyanto, Amd.IP., S.H., M.H. Dalam pertemuan ini, Kwarcab Sleman membahas potensi kolaborasi dalam pembinaan karakter bagi warga binaan, khususnya yang masih berusia remaja.
Melalui kegiatan kepramukaan yang masif, diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial.
Kepala Lapas sangat mengapresiasi dan mendukung penuh rencana ini. Kegiatan kepramukaan memiliki nilai-nilai positif seperti kedisiplinan, kerja sama, dan pembentukan karakter yang sangat dibutuhkan oleh warga binaan, terutama yang masih remaja.
“Program ini sejalan dengan upaya kami dalam proses pembinaan pada orang yanga da disini, karena mereka ini juga adalah putra-putra Sleman,” ujarnya.

Audiensi dengan Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja
Selanjutnya, rombongan Kwarcab Sleman bertemu dengan pihak Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja Daerah Istimewa Yogyakarta.
Di sana, dibahas upaya bersama dalam memberikan pendampingan dan pelatihan keterampilan melalui metode kepramukaan untuk Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) dan Remaja Bermasalah Sosial.
Program ini juga diharapkan dapat menjadi sarana pencegahan kenakalan remaja sekaligus memulihkan kepercayaan diri mereka saat kembali terjun di masyarakat.

Penutupan di Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta
Audiensi terakhir dilaksanakan di Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta yang sudah pernah membuat MoU bersma berkaitan dengan Kegiatan Pramuka di Lapas.
Rombongan disambut langsung oleh Kepala Lapas yaitu Bapak Proman Siregar, Amd.IP., S.H., M.H. Beliau menyebutkan bahwa generasi muda sebetulnya memang saat ini masih terjajah dengan Narkotika.
“Warga binaan di lapas ini sebetulnya adalah orang-orang yang berusia produktif yang seharusnya dapat berkarya, akan tetapi karena barang ini mereka jadi harus di sini,” ungkap Kalapas.
Sekretaris Kwarcab Sleman, menyatakan bahwa audiensi ini merupakan langkah awal untuk memperkuat kerja sama antara Gerakan Pramuka dengan berbagai instansi.
“Kami berkomitmen untuk mendukung program Pemerintah Kabupaten Sleman dalam menekan kenakalan remaja, kejahatan jalanan, dan peredaran miras melalui pendekatan edukatif dan pembinaan karakter melalui Pramuka,” ujarnya.



























