SLEMAN — Climate Hero merupakan sebuah sesi kegiatan yang dikelola oleh Climate Reality Indonesia (CRI) dan Association of Top Achiever Scouts (ATAS) Indonesia.
Pertama kali hadir pada Jambore Nasional XI 2022, untuk kesekian kalinya Climate Hero mengisi kegiatan dalam jambore atau raimuna di berbagai tingkat. Raimuna Cabang Sleman 2023, yang berlangsung pada 10 sampai dengan 13 Mei 2023 ini, menjadi salah satunya.
Sesi Climate Hero menjadi bagian dari Giat Wawasan dalam Raicab Sleman 2023, berlangsung pada siang hari Kamis, 11 Mei 2023. Sebanyak sekitar 40 Penegak-Pandega peserta Raicab mengikuti sesi ini, di samping mata kegiatan lainnya dalam Giat Wawasan.
Permainan dan yel-yel lapangan menyambut peserta yang tiba di tapak kegiatan. Permainan juga dilakukan sebagai mekanisme pembagian kelompok. Setelah itu, tim pemateri dan fasilitator memperkenalkan diri dan menjelaskan konteks kolaborasi Climate Reality Indonesia dan ATAS Indonesia.
Kak Rangga Setiyoko sebagai staf Humas dan Media ATAS Indonesia menjelaskan keorganisasian ATAS Indonesia, sedangkan Kak Hanna Astaranti yang merupakan Communication and Engagement Specialist CRI menjelaskan Climate Reality Indonesia sebagai pengantar.
Alur KWL (know, wonder, learn) dijalankan sebagai skema sesi Climate Hero. Pertama, peserta ditanyakan mengenai modal pengetahuan (know) yang telah dimiliki terkait iklim, perubahan dan krisis iklim, hingga aksi iklim. Dari modal tersebut, kemudian peserta menuliskan hal yang masih ingin diketahui (wonder) dan diharapkan dari sesi ini.

Materi utama dalam sesi ini disajikan dalam presentasi Climate 101, yang menjelaskan segala hal yang perlu diketahui tentang iklim, perubahannya, serta aksi adaptasi dan mitigasinya.
Setelah menyimak materi, peserta mulai berdinamika secara berkelompok. Diskusi kelompok dengan konten analisis masalah, solusi, dan aksi menjadi bahasan yang kemudian akan dipresentasikan. Peserta diajak menyadari masalah lingkungan akibat krisis iklim yang pernah diketahui atau ditemui.
Kebanyakan masalah yang dianalisis ada pada masalah persampahan, yang diikuti dengan kaitannya pada banjir dan pencemaran tanah.
Sebagai tolok ukur penyampaian materi juga bentuk apresiasi, peserta juga mengerjakan pre-test dan post-test dengan penghargaan badge Climate Hero bagi yang memenuhi nilai minimal. Badge Climate Hero yang didapatkan oleh para peserta, diharapkan menjadi kesadaran tanggung jawab moral untuk beraksi iklim.
Kak Arifah Handayani, Community Action Manager CRI, yang memimpin tim pemateri kali ini, berpesan kepada peserta, “Saat ini kita mesti menyebutnya krisis iklim, bukan lagi perubahan iklim.”
__
Pewarta: Abiyyi Yahya Hakim | Staf Divisi Abdimas dan Lingkungan Hidup di Manajemen ATAS Indonesia


























