YOGYAKARTA — Koperasi Pandu Usaha Sejahtera Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) menginjak satu tahun usianya. Menjadi salah satu koperasi yang dinobatkan sebagai rintisan koperasi modern dengan beberapa capaian yang cukup membanggakan.
Pengurus Koperasi Pandu Usaha Sejahtera menyelenggarakan Doa Bersama sekaligus tasyakuran satu tahun berdirinya koperasi yang dikemas secara sederhana menjelang berbuka puasa di Aula Kwarda DIY, Selasa (19/04/2022).
Agenda diawali dengan doa syukur yang disampaikan oleh Kak Suraji Widarta, Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Dewasa (Binawasa). Dilanjutkan dengan beberapa sambutan antara lain dari Ketua Koperasi, Kak Bagoes Guritno, sambutan Ketua Kwarda DIY yang dalam hal ini diwakili oleh Kak drh. Sri Budoyo selaku Sekretaris 1, serta sambutan dari Kak Ir. Srie Nurkyatsiwi, M.M.A, Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY sekaligus selaku pembina Koperasi.
Dalam sambutannya, Kak Sri Budoyo mewakili Kak GKR Mangkubumi menyampaikan selamat atas apa yang dicapai oleh Koperasi selama satu tahun ini. Kak Budoyo menyampaikan pula pesan dari Ketua Kwarda bahwa pihaknya sangat mendukung langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Koperasi.
“Pengurus koperasi memerlukan sinergi, dukungan, dan penempatan manager untuk operasional setiap unit usaha yang telah dirancang,” ujar Kak Sri Budoyo.

Pihaknya mewakili pimpinan Kwarda DIY berharap agar koperasi di samping memberikan kesejahteraan bagi anggota, juga tentunya dapat memberikan masukan dalam kaitannya dengan keuangan Kwarda. Sebagai lembaga, Kwarda DIY berkomitmen memberikan dukungan penuh agar koperasi bisa semoga semakin maju dan berkembang.
Sementara itu Kak Siwi, panggilan akrab Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, yang dalam hal ini menyebut dirinya ada di tiga kaki, yaitu sebagai pembina koperasi, sebagai kepala dinas, juga sebagai anggota koperasi menyebutkan bahwa koperasi pandu beda dari koperasi-koperasi lain yang ia bina.
“Kami sangat melihat antusias dalam menggerakkan, sehingga koperasi pandu bisa menjadi laboratorium kepramukaan, membina semua anggota untuk bersama-sama berwirausaha,” ujar Kak Siwi yang juga merupakan Wakil Ketua Bidang Keuangan dan Usaha Kwarda DIY.
Kak Siwi memberikan apresiasi atas daya juang, daya kolaborasi, serta daya saing pengurus koperasi yang dinilai luar biasa. Ia berharap bahwa daya saing itu meningkat menjadi daya saling mengisi, mendukung, dan bergotong royong untuk kemajuan koperasi.
“Koperasi yang punya karakter, produktif, dan inovasi, mewujudkan pramuka Istimewa. Inovasi tiada henti dan terus berkelanjutan,” tegasnya.

Koperasi Pandu Usaha Sejahtera ini sudah bertransformasi, lanjut Kak Siwi. Transformasi dalam hal digital karena jika kita tidak bisa mengikuti, pasti akan ketinggalan. Menurutnya, siapa yang cepat, dialah yang akan mengambil bagian.
Menurut Kak Siwi, ke depan Koperasi Pandu Usaha Sejahtera harus bisa menjadi pilot project. Membuat rencana bisnis jangan pendek, menengah, dan panjang.
“Bisa fokus atas usaha yang dijalani. Bagaimana bisa berkarya apa yang bisa dijual,” tegasnya.
Senada dengan apa yang disampaikan oleh Kak Sri Budoyo, Kak Siwi sama-sama sepakat untuk bisa mengoptimalkan aset yang ada di Kwarda DIY guna menunjang bidang keuangan dan usaha. Salah satunya dengan membangun mitra bisnis, adu konsep yang tentunya bisa diharapkan ada edukasi di dalamnya.
Dalam kesempatan ini, melanjutkan Launching Aplikasi Si Pandu pada peringatan Hari Bapak Pramuka lalu, puluhan peserta yang hadir diajak untuk download dan install bersama aplikasi yang telah ada di Play Store dipandu oleh Ketua Koperasi Sasuka, Kak Mutiaraning Adjie Adi Sumunar, dilanjutkan dengan potong tumpeng dan buka puasa bersama. (cst)



























