SLEMAN – Semangat kaum muda untuk memajukan sektor pertanian teruji pada Sabtu, 1 November 2025 bertempat di Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan kabupaten Sleman.
Saka Taruna Bumi Kwartir Ranting Seyegan menerima kunjungan dari UKM Pramuka Satria Nusantara, Institut Pertanian Yogyakarta (INSTIPER).
Meskipun disambut hujan deras yang baru saja reda, kolaborasi yang terjalin ini berjalan hangat dan penuh wawasan, berpusat pada diskusi strategis mengenai masa depan pertanian.
Kunjungan ini merupakan inisiasi kolaborasi antara Saka Taruna Bumi, wadah pendidikan Pramuka di bidang pertanian dengan UKM Pramuka di perguruan tinggi pertanian.
Mereka berkumpul untuk bertukar ilmu dan pandangan mengenai realitas pertanian saat ini. Mewakili tuan rumah, Kak Vaga, salah satu anggota Saka Taruna Bumi Seyegan, mendapat kesempatan menjadi pemateri awal.

Kak Vaga memberikan gambaran menyeluruh tentang Saka Taruna Bumi, menjelaskan apa itu Satuan Karya, bagaimana mekanisme kegiatannya sehari-hari di seyegan, serta peran spesifik yang diambil oleh anggota dalam lima Krida (kelompok keahlian) pertanian.
Mengubah Stigma dan Membuka Peluang
Agenda dilanjutkan dengan materi utama yang dibawakan oleh Kak Ery Pamong Saka Taruna Bumi Seyegan. Kak Ery menekankan pentingnya kaum muda untuk memahami dan menganalisis realitas pertanian di era modern.
Tujuannya adalah agar para peserta, baik dari Saka Taruna Bumi maupun UKM Pramuka Satria Nusantara, dapat menemukan celah inovasi dan peluang ekonomi yang menjanjikan.
“Pertanian itu sangat menguntungkan, asal kita cerdas,” tegas Kak Ery.
Ia menyontohkan apa yang sudah ada di depan mata yaitu program-program besar seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan suplai bahan pangan berkualitas tinggi dan berkelanjutan.
“Di situlah peran kita sebagai kaum muda yang cerdas di bidang pertanian akan sangat dibutuhkan dan menghasilkan keuntungan yang besar,” ungkapnya.

Pertanian Bukan Sektor Kotor
Mitos bahwa pertanian adalah bidang yang kotor dan minim prospek langsung dipatahkan oleh anggota INSTIPER. Mereka memberikan bukti nyata dari dunia kampus.
“Dunia pertanian itu tidak kotor, justru masa depan kita cerah berkat bidang ini,” ujar salah satu anggota UKM Pramuka INSTIPER.
Buktinya, ia melanjutkan, banyak dari teman-teman UKM Pramuka Instiper yang mendapatkan beasiswa pendidikan gratis, dibiayai penuh, justru karena memilih dan berprestasi di bidang pertanian.
“Ini membuktikan bahwa pertanian memberikan akses dan peluang yang luar biasa bagi kaum muda,” sambungnya.
Meskipun agenda latihan praktik di lapangan belum dapat terlaksana karena cuaca yang kurang mendukung saat kedatangan, semangat para peserta tidak surut.
Diskusi intensif ini menjadi fondasi yang kuat, dan kedua organisasi bertekad untuk segera menindaklanjuti pertemuan ini dengan aksi nyata di lapangan pada kesempatan berikutnya.



























