YOGYAKARTA — Rangkaian visitasi monitoring Adaptasi Perubahan Iklim Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) yang dimulai sejak awal Juni 2025 berakhir di SMA Negeri 1 Sewon, Rabu, 18 Juni 2205.
Kegiatan visitasi ini merupakan bagian dari upaya pemantauan dan penguatan penerapan modul Adaptasi Perubahan Iklim untuk Kepramukaan (APIK) di Gugus Depan.
Rombongan Kwarda DIY yang dipimpin oleh Kak Dijah Inprijati, Andaln Daerah Urusan Lingkungan Hidup disambut hangat oleh kakak-kakak pembina dan Dewan Ambalan SMA Negeri 1 Sewon.
Dalam kunjungan ini, Gugus Depan SMA Negeri 1 Sewon menampilkan hasil implementasi tema adaptasi perubahan iklim dengan fokus pada kesehatan lingkungan.
Beberapa aktivitas yang telah dilaksanakan antara lain Edukasi mengenai adaptasi perubahan iklim dan dampak kerusakan lingkungan, penanaman TOGA (Tanaman Obat Keluarga), juga pembuatan poster edukasi yang mengajak untuk peduli terhadap kerusakan iklim dan solusinya.

Usai paparan aktivitas yang telah dilakukan, agenda dilanjutkan dengan penayangan video yang menggambarkan dampak perubahan iklim di Indonesia. Video tersebut menggugah kepedulian peserta, yang kemudian ditanggapi oleh dua orang perwakilan Dewan Ambalan.
Mereka menyampaikan langkah-langkah konkret yang bisa dilakukan oleh anggota pramuka dalam mengatasi dampak perubahan iklim.
Yakni melakukan penghijauan dan reboisasi dengan menanam tanaman bermanfaat seperti tanaman obat dan mengurangi polusi dengan membiasakan diri berangkat ke sekolah menggunakan bus atau sepeda.
Kak Dijah Inprijati memberikan apresiasi dan sekaligus motivasi kepada para peserta. Ia mengajak adik-adik untuk terus aktif dalam berbagai kegiatan yang mendukung adaptasi perubahan iklim.
Tidak hanya itu kak Dijah juga memberikan contoh aktivitas-aktivitas sederhana yang bisa dilakukan di lingkungan sekitar.
Sementara itu, Pembina Gugus Depan SMA Negeri 1 Sewon memberikan penguatan, menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kesadaran lingkungan di sekolah.
“Ke depannya kita juga akan meningkatkan program penghijauan di lingkungan sekolah, serta mengurangi emisi melalui penerapan program “Enzim Out” setiap hari Jumat,” ujarnya.
Sebagai penutup agenda visitasi, rombongan Kwarda DIY diajak melihat langsung tanaman TOGA yang telah ditanam dan dirawat oleh peserta didik sebagai wujud nyata penerapan edukasi adaptasi perubahan iklim.



























