GUNUNGKIDUL — Hari kedua Pengembaraan Wira Dhaksinarga (PWD) XXXIV, Minggu 26 Oktober 2025 dilaksanakan berbagai giat. Hari kedua diawali dengan giat prestasi (GP) Sinematografi Aksen Bahasa Kedaerahan dan Gp Fotografi Geguritan.
Kedua giat prestasi ini dilaksanakan di lokasi wajib yaitu Embung Ngrancah, Girisubo dengan tujuan meningkatkan keterampilan komunikasi serta mengeksplorasi wisata dan budaya/kearifan lokal.
Berikutnya peserta melakukan long march etape 2 dan mendirikan perkemahan di Lapangan Anompurwo, Rongkop. Sore harinya, peserta mengikuti GP Seni Merangkai Janur dan GP Memasak Makanan Tradisional. Setelahnya, dilaksanakan GP Putra Putri Wiraarga bersamaan dengan GP Pentas Potensi.
Setelah seluruh GP selesai digelar, peserta mengikuti giat wawasan. Malam kedua PWD XXXIV, diadakan 3 giat wawasan yaitu Arkeologi, Petani Milenial, dan Tosan Aji.
Peserta giat wawasan Arkeologi ini adalah 3 orang perutusan setiap umpi. Dipandu oleh Sangga Kerja, peserta melakukan studi literatur tentang Goa Braholo. Setelah mempelajari informasi tentang kondisi fisik Goa Braholo serta sejarahnya, peserta PWD larut dalam diskusi mengenai potensi pengembangan Goa Braholo sebagai destinasi wisata.
Sementara itu, di ruang kelas TK Negeri Rongkop, para peserta PWD mengikuti giat wawasan Petani Milenial. Narasumber dari Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kabupaten Gunungkidul, Kak Ir. Joko Priyono, M.Si. memberikan informasi dan motivasi agar peserta PWD mau dan mampu untuk bergerak di bidang pertanian.
Bersamaan dengan kedua giat tersebut, juga dilaksanakan giat wawasan Tosan Aji. Mendatangkan 2 narasumber dari Kundha Kabudayan Kabupaten Gunungkidul, yaitu Kak Sukasno dan Kak Sukamto, S.Sos., peserta mempelajari senjata tradisional sebagai warisan budaya.



























