GUNUNGKIDUL — Pengembaraan Wira Dhaksinarga (PWD) XXXIV Tahun 2025 tidak hanya sekadar perjalanan saja, namun juga dilengkapi aktivitas mengenal potensi alam, pariwisata, dan budaya.
Hari kedua, 26 Oktober 2025, menyelesaikan etape 2 dan tiba di Lapangan Anompurwo, Rongkop, diadakan Giat Prestasi Seni Merangkai Janur dan Memasak Makanan Tradisional.
Malam harinya, sesuai jadwal, diadakan Giat Prestasi Putra Putri Wiraarga bersamaan dengan Giat Prestasi Pentas Potensi dan Giat Bersama Masyarakat. Giat Bersama Masyarakat kali ini dikemas dalam Kenduri Rasulan.
Hadir dalam giat ini, tokoh masyarakat yaitu Dhukuh Semugih, Kak Sukisno; Dhukuh Purworejo, Kak Syaiful Setyo Pambudi, dan Kaum Semugih, Kak Ribut Budiyanto.
Di bawah langit malam Rongkop, tokoh masyarakat dan para peserta PWD duduk bersila di tengah tanah lapang. Di tengah-tengah lingkaran, disajikan aneka produk makanan tradisional yang dimasak pada GP sebelumnya.
Setelah acara dibuka, Kaum menyampaikan makna kenduri rasulan sebagai munajat dan ekspresi rasa syukur atas kemurahan Tuhan yang diwujudkan dalam sedekah atau saling berbagi. Kaum lalu memimpin doa atau ngabulke kenduri tersebut.
Setelahnya, tokoh masyarakat dan peserta PWD bersama-sama menikmati makanan kenduri. Kurang lebih 1 jam giat bersama masyarakat dilakukan. Para peserta lalu bersiap untuk mengikuti giat prestasi dan giat wawasan di malam kedua PWD XXXIV.



























