YOGYAKARTA — Dalam rangka persiapan partisipasi pada peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2025, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) menggelar rapat koordinasi secara daring, Senin, 21 April 2025.
Rapat yang diikuti oleh perwakilan pembina dari Gugusdepan Aman Bencana se-DIY tersebut diawali dengan paparan terkait konsepsi partisipasi HKB Gugusdepan Aman Bencana Kwarda DIY oleh Kak Bambang Sasongko (Kokok), Ketua Pusat Pengabdian Masyarakat dan Pramuka Peduli.
Dalam paparannya, Kak Kokok menegaskan bahwa pengembangan Gugusdepan Aman Bencana sudah dimulai secara baik sejak 2019 silam. Terdapat bimbingan teknis, realisasi Rencana Tindak Lanjut, Monitoring, Simulasi rutin, serta pemberian reward.
Setidaknya dari data yang disampaikan oleh Kak Kokok, di wilayah Kwarda DIY telah ada 83 Pembina (Siaga, Penggalang, dan Penegak) yang telah mengikuti Bimbingan Teknis Gugusdepan Aman Bencana dalam rentang waktu 2019 hingga 2025.
Terkait dengan HKB 2025, Kak Kokok menyampaikan bahwa pelaksanaan partisipasi di Kwarda DIY yaitu pada 26 April 2025 tersebar di seluruh gugusdepan se-DIY mengusung tema Up Step be Prepare and Safety Gugus Depan dengan ragam kegiatan diorientasikan pada kesiapsiagaan menghadapi bencana yang mandiri disesuaikan dengan kemampuan.
Adapun ragam kegiatan yang dimaksudkan antara lain Simulasi lapang ancaman tempatan pangkalan gugusdepan; Edukasi dan kampanye melalui KIE; Story Telling atau Bermain Peran; Praktik SOP Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD).
Kemudian demonstrasi pembuatan Pos PDB Pangkalan Gudep dan shelter/perlindungan darurat yang lengkap dan aman di lingkungan pangkalan Gudep.
Dalam rapat koordinasi ini juga dihimbau agar para pembina segera mendaftarkan pangkalannya pada tautan (klik di sini) yang disediakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk berpartisipasi pada Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2025 – Bangun Kesiapsiagaan Sejak Dini.

Hingga 21 April 2025, rekapitulasi partisipasi Hari Kesiapsiagaan Bencana 2025 di wilayah DIY sebanyak 35 pendaftar yang tersebar di 5 kabupaten/kota dengan total peserta terlibat adalah 19.366. Dari 35 pendaftar, 23 di antaranya adalah dari Satuan Pendidikan.
Disampaikan pula bahwa setiap aktivitas yang dilakukan oleh masing-masing gugusdepan aman bencana dapat terdata dan terpublikasi di kanal-kanal Kwarda DIY atau media sosial pangkalan. (cst)



























