SLEMAN — Salah satu agenda dalam Kemah Kebangsaan Karang Taruna Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2019 adalah dialog kebangsaan.
Dialog Kebangsaan dalam kemah yang melibatkan ratusan peserta dari karang taruna seluruh DIY termasuk utusan dari Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DIY ini menghadirkan narasumber Kak Ipda Kuswantoro S.H, Kak Budi Hermawan Wakil Karangtaruna DIY, dan Kak Ahmad Yuno dari Kesbangpol.
Turut hadir dalam dialog ini Waka Polsek Sleman yang menceritakan bahwasanya pemuda/remaja saat ini terlalu berlebihan dalam bertindak tanpa melibatkan nilai-nilai luhur pancasila. Contohnya adalah pertikain antara supporter sepakbola yang anarkis membela klub kesukaannya.
“Hal itu dapat dihindari apabila pendidikan pancasila diterapkan sedini mungkin dan diajarkan dengan cara yang benar,” ujarnya.
Sebagaimana tujuan dari dialog ini salah satunya adalah untuk memberikan pemahaman kepada peserta tentang keselarasan antara fungsi Karang taruna dan pancasila.
Sebuah kesimpulan bersama dalam dialog ini adalah pancasila harus tetap menjadi landasan dasar hukum, pemikiran, serta tindakan setiap pemuda, karena mereka adalah agen perubahan dan juga calon pemimpin bangsa.
Trilogi pendidikan pancasila dari keluarga, sekolah, dan masyarakat harus terus dikembangkan lagi untuk menjadi pondasi pembentukan karakter yang sesuai dengan identitas bangsa Indonesia.
Pewarta : Anashatierra Maritzaiva


























