YOGYAKARTA — Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Putri Putra (Musppanitra) XX Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta resmi dibuka pada Sabtu, 29 November 2025 melalui upacara yang berlangsung khidmat dan penuh semangat generasi muda Pramuka Kota Yogyakarta.
Sebagai forum tertinggi, Musppanitra menjadi wadah bagi Penegak dan Pandega untuk menyampaikan aspirasi serta merumuskan rekomendasi pembinaan dan penguatan organisasi di tingkat cabang.
Agenda dibuka oleh Kak Drs. Kak Heroe Poerwadi, M.A., selaku Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta.
Dalam sambutannya, Kak Heroe menekankan pentingnya Musppanitra sebagai forum lima tahunan untuk menyatukan arah gerakan Penegak dan Pandega di Kota Yogyakarta.
Ia mengajak peserta untuk meneguhkan jati diri Pramuka melalui kegiatan yang terarah, berkelanjutan, dan mampu memperkuat kapasitas generasi muda.
“Pramuka harus menjadi ruang untuk membentuk pribadi yang lebih baik. Warnai diri dengan nilai-nilai penting yang diwariskan oleh Gerakan Pramuka, dan tunjukkan perilaku teladan sebagai Penegak dan Pandega,” ujar Kak Heroe.
Pihaknya juga menyinggung tantangan perkembangan teknologi dan informasi yang semakin cepat. Menurutnya, Pramuka masa kini harus mampu beradaptasi melalui kolaborasi, kreativitas, dan kemandirian, serta membekali diri dengan kemampuan hidup (life skills) yang relevan.
“Buatlah program yang meningkatkan kualitas dan kapasitas diri kita masing-masing sehingga mampu bersosialisasi dengan baik, dan mampu menghadapi berbagai situasi yang terjadi pada diri kita,” tambahnya.
Sementara itu, dalam pesannya, Kak Laelia Dwi Anggraini, selaku Andalan Cabang Urusan Pembinaan Anggota Muda Putri Penegak–Pandega, mengajak peserta Musppanitra untuk terlibat aktif dalam penyusunan dan evaluasi program kerja.
Kak Lia menekankan bahwa kritik merupakan bagian penting dalam organisasi, namun harus disampaikan secara santun dan membangun.
Lebih lanjut pihaknya juga mengingatkan pentingnya mengkritisi program kerja dengan cara yang baik agar Musppanitra tidak hanya menjadi forum pengambilan keputusan, tetapi juga ruang belajar untuk berpikir kritis dan menghargai perbedaan pendapat.
Pembukaan Musppanitra XX menjadi titik awal rangkaian sidang berikutnya. Upacara ditutup dengan harapan agar seluruh peserta dapat mengikuti musyawarah dengan penuh tanggung jawab dan menghadirkan ide-ide progresif demi kemajuan Gerakan Pramuka di Kota Yogyakarta.



























