YOGYAKARTA — Sebagai upaya menjaga dan melestarikan budaya Indonesia khususnya budaya Jawa di Daerah Istimewa Yogyakarta, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) menyelenggarakan Kemah Pramuka Istimewa bagi Pramuka Penggalang dan Pramuka Penegak pada 28 sampai dengan 30 Agustus 2025.
Kegiatan yang diselenggarakan di Kompleks Bumi Perkemahan Taman Tunas Wiguna Babarsari dan sekitarnya ini diharapkan dapat memunculkan semangat untuk senantiasa melestarikan budaya dan mengembangkan diri menjadi peserta Negara yang berbudaya.
Panitia telah menyiapkan beberapa hal terkait dengan kegiatan ini, termasuk pula Logo Kemah Pramuka Istimewa 2025 yang dirancang oleh Drs. Kak Hartoto Indra Suwahyunto, M.Sn., Andalan Daerah Urusan Pembinaan dan Pengembangan Kreasi dan Inovasi.
Kak Hartoto merinci uraian makna mulai dari pemilihan bentuk, warna, serta arti setiap unsur yang ada pada Logo Kemah Pramuka Istimewa 2025.

BENTUK GAMBAR DAN WARNA
- Bentuk logo Perkemahan Pramuka Istimewa 2025 adalah empat persegi panjang dengan sudut tumpul / melengkung, berwarna biru muda. Warna biru muda adalah symbol dari laki – laki.
- Di dalam bentuk persegi panjang dengan sudut tumpul / melengkung tersebut terdapat inisial huruf Jawa aksara murda P dan I berwarna pink. Warna pink adalah symbol dari wanita / perempuan.
- Di belakang inisial huruf Jawa P dan I terdapat komposisi siluet lima tenda berwarna orange dan lima gunung berwarna kuning.
- Di depan huruf Jawa Pa terdapat gambar tugu yang diapit tunas kelapa bersayap berwarna putih. Warna putih adalah symbol dari kesucian.
ARTI LOGO KEMAH PRAMUKA ISTIMEWA
- Bentuk empat persegi panjang dengan sudut tumpul / melengkung, berwarna biru muda mengkiaskan anggota Pramuka Istimewa adalah generasi muda yang tegas namun sekaligus adaptif lentur mudah menyesuaikan dengan kebutuhan jaman.
- Komposisi lima tenda dan lima gunung merupakan kias bahwa peserta kemah Pramuka Istimewa yang berasal dari lima Kwartir Cabang di DIY siap menghadapi aral melintang dalam menghadapi masa depan dan menjaga budaya tradisi Daerah Istimewa Yogyakarta.
- Bentuk Tugu sebagai ikon dari Yogyakarta sebagai siimbol bersatunya masyarakat Yogyakarta, golong gilig membangun Yogyakarta yang istimewa, juga kias hubungan vertikal dengan Sang Khaliq.
- Sepasang Tunas kelapa dengan sayap terbentang masing – masing 10 helai bulu, mengkiaskan setiap peserta Kemah Pramuka Istimewa bercita – cita luhur menggapai impian suci berdasarkan Satya dan Darma Pramuka.
ARTI KESELURUHAN
Setiap peserta kemah Pramuka Istimewa putra dan putri Kwarda Daerah Istimewa Yogyakarta adalah insan generasi muda insan suci penerus bangsa yang tegas dan lentur yang senantiasa menjaga keseimbangan hubungan vertikal, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menjaga hubungan horisontal kepada sesama dan lingkungan berlandaskan Pancasila serta sadar akan ajaran luhur Sangkan Paraning Dumadi.
Setiap peserta kemah Pramuka Istimewa putra dan putri, golongan Penggalang, Penegak dan Pandega siap menghadapi aral melintang dalam menghadapi masa depan dan menjaga budaya serta tradisi adi luhung di wilayah Kwartir Daerah Istimewa Yogyakarta, berdasarkan Satya dan Darma Pramuka.
(cst)



























