YOGYAKARTA — Kehidupan masyarakat Yogyakarta yang selaras dengan alam dan sekitarnya menciptakan suasana yang harmonis, nyaman, damai dan tentram. Nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam budaya Jawa menjiwai setiap tata laku kehidupan masyarakatnya.
Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa keseluruhan budaya tersebut memiliki tantangan untuk menjaga dan melestarikannya seiring dengan perkembangan zaman yang mengglobal.
Sebagai upaya menjaga dan melestarikan budaya Indonesia khususnya budaya Jawa di Daerah Istimewa Yogyakarta, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) akan menyelenggarakan Kemah Pramuka Istimewa bagi Pramuka Penggalang dan Pramuka Penegak pada 28 sampai dengan 30 Agustus 2025.
Kegiatan yang diselenggarakan di Kompleks Bumi Perkemahan Taman Tunas Wiguna Babarsari dan sekitarnya ini diharapkan dapat memunculkan semangat untuk senantiasa melestarikan budaya dan mengembangkan diri menjadi peserta Negara yang berbudaya.
Kemah Pramuka Istimewa Tahun 2025 ini akan diikuti oleh pramuka golongan penggalang dan penegak gugus depan ujicoba Syarat Kecakapan Pramuka Istimewa (SKPI) dan gugus depan pengimbasan dari Kwartir Cabang se-DIY dengan target peserta sebanyak 520 orang.
Kegiatan pada Kemah Pramuka Istimewa 2025 dititikberatkan pada luru ilmu dan liru kawruh dalam bidang kebudayaan yang dikelompokkan menurut jenisnya agar peserta mendapatkan pengalaman budaya yang beragam dan menggunakan beragam metode, sehingga peserta dapat merasakan dan memahami berbagai kegiatan budaya yang ada di DIY. (cst)
__
Pedoman Kemah Pramuka Istimewa Kwarda DIY Tahun 2025 dapat diunduh di sini.



























