SLEMAN — Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) bersama Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat meluncurkan dua buku sejarah untuk memperkuat pemahaman publik tentang kejayaan Keraton Yogyakarta serta keistimewaan DIY. Acara peluncuran ini berlangsung pada Sabtu, 7 Februari 2026, bertempat di Ballroom Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Sleman.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan berbagai unsur pemerintahan, akademisi, hingga komunitas budaya. Kwarda DIY turut hadir dan diwakili oleh Kak drh. Sri Budoyo, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya literasi sejarah dan penguatan wawasan kebangsaan generasi muda. Acara peluncuran sekaligus memperkenalkan kedua buku tersebut kepada publik. Dua karya tersebut berjudul:
1. Dari Kesultanan Menjadi Daerah Istimewa: Sejarah Pemerintahan Yogyakarta
2. Historiografi Pertanahan DIY Bagian I: Dari Hutan Menjadi Kerajaan Yogyakarta 1755–1830
GKR Mangkubumi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kedua buku ini bukan sekadar narasi masa lalu, melainkan instrumen edukatif yang mengajak masyarakat memahami akar sejarah Yogyakarta secara ilmiah.
Menurut salah satu perwakilan Paniradya Kaistimewan DIY, Kurniawan, S.Sos., M.M., buku-buku ini hadir untuk memperkuat landasan historis dan yuridis dalam pengelolaan pertanahan istimewa di wilayah DIY, terutama sebagai dasar kebijakan di masa depan. Ia juga menekankan bahwa Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY menjadi landasan hukum kuat bagi terbitnya karya-karya tersebut.
Kwarda DIY melihat ini sebagai momentum untuk mendorong generasi muda Pramuka mengenal sejarah daerahnya, memahami nilai-nilai keistimewaan DIY, serta memperkuat semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah air. Partisipasi Kak drh. Sri Budoyo tidak hanya sebagai bentuk dukungan kelembagaan, tetapi juga sebagai ajakan bagi para anggota muda untuk terus terlibat dalam literasi budaya dan sejarah.(LA)



























