YOGYAKARTA — Menjelang keberangkatan menuju Perkemahan Wirakarya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2025, kontingen Kota Yogyakarta melaksanakan gladi bersih penampilan Festival Rakyat di Lapangan SD Margoyasan, Kamis, 3 Juli 2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota kontingen yang berjumlah 37 orang.
Gladi bersih ini menjadi tahapan akhir dari proses latihan yang telah dilakukan sebelumnya. Selain menjadi momen untuk menyempurnakan penampilan, kegiatan ini juga sekaligus dijadikan ajang persiapan teknis menjelang keberangkatan seluruh peserta ke lokasi perkemahan.
Dalam Festival Rakyat, kontingen Kota Yogyakarta akan menampilkan sebuah pementasan budaya yang mengangkat sejarah singkat Tugu Pal Putih, salah satu ikon bersejarah Kota Yogyakarta sekaligus bagian penting dari sumbu filosofi.
Tugu yang berdiri sejak masa Sri Sultan Hamengkubuwono I ini tak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga mencerminkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan dalam pandangan hidup masyarakat Yogyakarta.
Selama gladi bersih, para peserta menampilkan narasi dan gerak kreatif yang menggambarkan sejarah serta makna simbolis Tugu Pal Putih.
Penampilan ini dirancang untuk menyampaikan pesan filosofis yang menjadi ciri khas Yogyakarta, sekaligus memperkenalkan budaya lokal kepada kontingen lain dalam ajang PWD DIY.
Pendamping kontingen menuturkan bahwa kegiatan gladi bersih ini penting sebagai pemantapan penampilan. Pihaknya ingin memastikan bahwa peserta siap secara teknis dan mental.
“Penampilan ini membawa nama Kota Yogyakarta, sehingga perlu disiapkan dengan matang,” tegasnya.
Selain fokus pada penampilan Festival Rakyat, gladi bersih ini juga dimanfaatkan untuk melakukan briefing akhir terkait logistik, jadwal keberangkatan, dan koordinasi tim.
Semangat dan kekompakan peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung, menandakan kesiapan kontingen Kota Yogyakarta untuk berpartisipasi dalam PWD DIY 2025.
Melalui penampilan yang mengangkat nilai-nilai budaya lokal, diharapkan kontingen Kota Yogyakarta dapat memberi kesan mendalam dan memperkuat semangat kepramukaan yang berakar pada kearifan budaya daerah.



























