SLEMAN – Kak GKR Hayu, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) terpilih masa bakti 2025-2030 menghadiri Festival Kebangsaan 2025 di Bumi Perkemahan Lembah Merapi, Sleman, Jumat, 14 November 2025.
Kak GKR Hayu sempat berkeliling menyapa para peserta sekaligus meninjau beberapa stand expo Saka sebelum menjadi narasumber Talkshow dengan topik “Peran Pemuda dalam Digitalisasi.”
Stand Expo Saka yang ada terdiri dari Saka Bhayangkara, Saka Bakti Husada, Saka Pariwisata, Saka Kalpataru, Saka Wirakartika, Saka Kominfo, dan Saka Taruna Bumi.

Setiap stand menyajikan demonstrasi dan pameran hasil karya yang menjadi fokus keahlian masing-masing. Kak GKR Hayu sempat berfoto dengan memegang ular yang dipamerkan salah satu stand.
Kegiatan diikuti 150 peserta Festival Kebangsaan yang telah berlangsung sejak Rabu, 12 November dan dihadiri pula oleh para tamu undangan dari unsur Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Kabupaten Sleman, Lurah Girikerto, Forkompimkap Turi, Dewan Kerja Daerah, Karang Taruna, Forum Anak Kab. Sleman, Duta Genre Sleman, Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Sleman, Duta Pemuda, serta PC IPNU Sleman.

Dalam Talkshow, Kak GKR Hayu menyampaikan bahwa generasi saat ini tidak sebatas mempelajari tetapi sudah menjadi pelaku sejak bayi. Jangan mengadaikan harga diri dengan hal-hal tidak baik di media sosial, sebagai contoh seperti jualan yang menipu, pacaran yang melewati batas, dan sebagainya karena hal tersebut saat ini dapat terekam jejak digitalnya.
“Walaupun sudah masuk di era digital tidak semua sarana sosialisasi melalui dunia maya,” ujarnya.
Menurutnya, Gerakan Pramuka mengajarkan pemuda untuk dapat membangun watak dan bersosialisasi agar lebih tangguh melalui kegiatan nyata, sehingga digitalisasi hanya sebagai sarana pembantu.
Agenda malam keakraban setelah talkshow dilanjutkan dengan beberapa kegiatan antara lain, penampilan pentas seni dari kakak-kakak warga binaan Gugusdepan Pramuka Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Sleman yang menampilkan drama perjuangan mengusir penjajahan.
Kemudian Deklarasi Anti Kenakalan Remaja berupa pengucapan ikrar yang dipimpin oleh Kakak Retna Choirul Hidayah, S.Pd. selaku Ketua Sangga Kerja (panitia kegiatan) bersama dengan Kakak GKR Hayu dan perwakilan organisasi kepemudaan.
Antara lain Dewan Kerja Daerah DIY, Dewan Kerja Cabang Sleman, Karang Taruna, Forum Anak Kab. Sleman, Duta Genre Sleman, Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Sleman, Duta Pemuda, PC IPNU Sleman, Motivator Muda Sleman, Warga Binaan Lapas Kelas II B Sleman, dan peserta perkemahan.



























