YOGYAKARTA — Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) Bidang Pembinaan Anggota Muda, Kak Arifin Budiharjo memberikan materi tentang Metode Pengujian dan Pengisian SKPI dalam kegiatan Bimbingan Teknis Pramuka Istimewa.
Bertempat di Aula Kwarda DIY, Kompleks Bumi Perkemahan Taman Tunas Wiguna Babarsari, pada Sabtu, 28 Juni 2025, Kak Arifin menjelaskan bahwa Syarat Kecakapan Pramuka Istimewa (SKPI) merupakan alat pendidikan kepramukaan untuk meningkatkan mutu pengetahuan, keterampilan, dan sikap laku budaya serta keistimewaan DIY bagi peserta didik.
Pihaknya menekankan pentingnya metode pengujian yang kreatif dan rekreatif agar proses ujian tidak bersifat formal dan kaku, melainkan menyenangkan serta memotivasi peserta didik.
Kak Arifin juga memaparkan beragam metode pengujian yang dapat digunakan Pembina dalam pelaksanaan SKPI, di antaranya metode tanya jawab, paparan atau presentasi, pemberian tugas, diskusi, demonstrasi keterampilan, karya tulis, simulasi, problem solving, hingga perancangan kegiatan.
Selain itu, Kak Arifin juga menegaskan bahwa pengujian harus dilaksanakan dengan memperhatikan usia, perkembangan jasmani, rohani, serta karakteristik peserta didik di setiap golongan Pramuka.

Dalam sesi tersebut, peserta bimtek juga dibekali penjelasan tentang pengisian buku SKPI yang memuat unsur-unsur budaya DIY sesuai teori Kuntjaraningrat, meliputi tata nilai religio-spiritual, budaya, kemasyarakatan, bahasa, pendidikan dan pengetahuan, mata pencaharian, teknologi, dan kesenian.
Tidak hanya paparan, disampaikan juga masukan dan perjalanan dari perwakilan kakak-kakak pembina di tiap Kwartir Cabang.
“Harapannya kedepan Pramuka DIY ini ya Pramuka Istimewa,” ungkapnya mengakhiri sesi diskusi.
Dalam kesempatan tersebut, Kak Arifin juga berharap kakak-kakak pembina mampu mendorong peserta didik untuk mencapai kecakapan Pramuka Istimewa tanpa paksaan.
Bimtek Pramuka Istimewa yang dibuka pada Sabtu, 28 Juni 2025 pagi tersebut akan dilaksanakan selama dua hari hingga Minggu, 29 Juni 2025 dengan peserta sebanyak 40 orang.



























