YOGYAKARTA — Bimbingan Teknis (Bimtek) Pramuka Istimewa di Aula Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) diselenggarakan pada Sabtu, 28 Juni 2025.
Salah satu materi utama yang menarik perhatian adalah mengenai Filosofi Tanda Pramuka Istimewa, yang disampaikan oleh Kak Drs. Hartoto Indra Suwahyunto, M.Sn., Andalan Daerah Urusan Pembinaan dan Pengembangan Kreasi dan Inovasi.
Kak Hartoto menjelaskan secara ringkas namun mendalam mengenai Jenis Bahan, Bentuk, Gambar, Warna, dan Arti Tanda Kecakapan Pramuka Istimewa.
Ia menegaskan bahwa Tanda Pramuka Istimewa adalah bentuk penghargaan bagi anggota muda Gerakan Pramuka yang telah memenuhi syarat dan ketentuan di setiap jenjang, yakni Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega.
Dijelaskan bahwa tanda ini terbagi menjadi empat macam, sesuai dengan golongan pramuka. Untuk pakaian upacara (PDU), tanda dibuat dari logam kuning emas yang digantungkan pada pita, sementara untuk pakaian harian (PDH) terbuat dari kain bordir.
“Tanda Pramuka Istimewa berbentuk segi lima biru dengan relief tugu diapit dua tunas kelapa bersayap dan dua bintang,” ujarnya.
Tulisan “PRAMUKA ISTIMEWA” dan “NGAYOGYAKARTA” (aksara Jawa) turut menghiasi. Warna latar belakang tugu disesuaikan dengan golongan: hijau (Siaga), merah (Penggalang), kuning (Penegak), dan coklat tua (Pandega). Pita kalung berukuran 30 mm, didominasi motif kawung coklat tua di tengah, diapit hijau pare anom di tepi.

“Bentuk segi lima melambangkan Pancasila, warna biru mengiaskan kesetiaan dan ketenangan,” terang Kak Hartoto.
Tugu Golong Gilig menjadi simbol persatuan masyarakat dan pemimpinnya, serta hubungan vertikal dengan Tuhan. Tunas kelapa bersayap mencerminkan cita-cita luhur berdasarkan Satya dan Darma Pramuka, sementara bintang melambangkan ketakwaan dan kepedulian.
“Kemudian lingkaran yang membungkus gambar-gambar ini mengiaskan keutuhan nilai-nilai dan pengetahuan, sedangkan aksara Jawa dan motif kawung pada pita kalung menyimbolkan pelestarian budaya DIY dan kesucian hati,” sambungnya.
Secara keseluruhan, Tanda Pramuka Istimewa menegaskan bahwa setiap penyandangnya adalah generasi muda penerus bangsa yang senantiasa menjaga keseimbangan hubungan vertikal dan horizontal, berpegang teguh pada Pancasila, Satya dan Darma Pramuka, serta melestarikan budaya DIY sebagai aset nasional.
Ketentuan pemakaiannya pun dijelaskan, bahwa Tanda Pramuka Istimewa hanya dikenakan pada seragam pramuka. Tanda dari logam dipakai pada acara resmi/upacara, dikalungkan di leher di atas setangan leher, sedangkan tanda harian dari kain ditempelkan di dada sebelah kiri, di atas saku.
Bimtek ini diharapkan semakin memantapkan pemahaman dan kebanggaan anggota Gerakan Pramuka terhadap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Tanda Pramuka Istimewa.



























