YOGYAKARTA — Pewarta Pramuka bukan hanya sebagai orang yang mendokumentasikan kegiatan, namun menjadi mata dan telinga Gerakan Pramuka untuk dunia luar.
Tantangan terbesar bagi Pewarta Pramuka adalah bagaimana menyeimbangkan antara kecepatan era digital dengan akurasi fakta serta penyajian yang menarik. Pramuka Pewarta dituntut untuk melakukan publikasi dengan cepat, namun tetap berkualitas.
Setidaknya dalam melakukan publikasi, kita perlu mengenal Strategi Kecepatan dan Efisiensi, sehingga audien yang beragam akan bisa mendapatkan informasi yang real time.
“Jangan menunggu sampai rumah untuk mengunggah berita,” demikian kira-kira ungkapannya.
Sebaiknya kita bisa mengoptimalkan konsep Mobile Journalism, yaitu membiasakan melakukan segalanya dari smartphone yang kita punya, antara lain memotret, mengedit, menulis, dan mengunggah.
Template grafis perlu disiapkan sebelum kegiatan dimulai, untuk memangkas waktu memproduksi konten. Salah satunya kita bisa menggunakan Canva untuk membuat tema story dan lain sebagainya. Saat kegiatan masih berlangsung, kita tinggal memasukkan foto dan mengubah teks judul.
Salah satu hal menjadi pegangan bersama di Pusat Pengembangan Jurnalistik dan Sistem Informasi Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Pusbanjusinfo Kwarda DIY) adalah menyiapkan semua aset digital yang mudah diakses dan cepat digunakan.
Selain template grafis, kita bisa menyiapkan draft tulisan. Setidaknya dalam sebuah kegiatan tentu ada latar belakang, jumlah peserta, jadwal, atau keterangan lainnya yang bisa kita dapatkan satu hari sebelumnya.
Akan tetapi apabila kita tidak punya akses untuk mendapatkan keterangan-keterangan pendukung, simak seperti apa sambutan yang disampaikan, tuliskan poin-poinnya saja, kemudian dirangkai dengan informasi umum terkait dengan kegiatan. Sambutan tertulis bisa untuk membuat berita lanjutan.
Jangan menunggu acara selesai total adalah prinsip akurat dan cepat bagi seorang Pewarta Pramuka. Sehingga saat agenda belum selesai secara penuh, kita sudah bisa setidaknya mengunggah 1 konten di media resmi yang kita miliki.
Yang paling mudah dilakukan adalah mengunggah story di media Instagram atau lainnya seperti aktivitas pendaftaran, momen pembukaan, dan atau suasana lainnya.
Kemudian kita bisa juga segera mengunggah berita pembukaan. Momen yang paling utama dari sebuah kegiatan yang bisa dipublikasikan adalah rangkaian pembukaan. Baik itu seremoninya, isi sambutannya, atau hal lain yang ada dalam sebuah pembukaan kegiatan.
Jadi, dalam satu momen rangkaian pembukaan, kita bisa langsung bisa mendokumentasikan dalam bentuk foto dan video, mengunggah story, serta membuat berita awal yang nantinya bisa dikembangkan lebih banyak lagi.
CST



























