KULON PROGO — Bupati Kulon Progo, Kak Agung Setyawan menutup secara resmi Perkemahan Wirakarya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2025 dari lapangan kalurahan Wijimulyo, Nanggulan, Kulon Progo, Minggu, 6 Juli 2025.
Mengawali sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DIY, panitia, dan peserta atas suksesnya penyelenggaraan Perkemahan Wirakarya DIY 2025.
“Ini bukan sekedar perkemahan, pembenntukan karakter dan jiwa sejati,” ujarnya.
Tema kegiatan yang diusung, Penegak dan Pandega DIY Bersama Berkarya, Berdampak Nyata, Membangun Yogyakarta sangat istimewa, yang benar-benar terwujud dalam karya nyata yang dilakukan oleh para peserta dan masyarakat sekitar.
Pihaknya menyebutkan bahwa selama beberapa hari ini, telah dilaksanakan pembersihan lingkungan, revitalisasi sarana publik, pembangunan sarana desa, dan lainnya.
“Ini bukan seremonial, tapi kontribusi nyata yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Gumregah, Guyub, Greget, Makarya, Sumringah menjadikan para peserta sebagai satu sosok insan yang berhasil menunjukkan dan membuktikan bahwa pramuka melakukan tindakan nyata dan solid.
Disampaikan bahwa para pramuka peserta Perkemahan Wirakarya DIY 2025 dapat menunjukkan kolaborasi, sinergi, berkarya demi bangsa dan negara ini.
“Saya menyaksikan sendiri, masyarakat menyambut hangat kegiatan ini. Karena mereka merasa bangga dijadikan lokasi perkemahan wirakarya ini,” sebut Kak Agung.
Kak Agung menyampaikan bahwa jejak kebaikan, bukan hanya bersifat fisik, tetapi hubungan sosial, dengan pemuda, masyarakat di wilayah perkemahan ini.
“Adik-adik semua adalah generasi yang memegang estafet kepemimpinan. Teruslah belajar, berlatih, dengan nilai-nilai dasa darma,” tegasnya.
Gerakan Pramuka, menurut Kak Agung merupakan sebuah gerakan yang disiplin, tangguh, peduli, dan bertanggungjawab, menjadikan manusia merdeka, berkarakter, untuk membangun bangsa ini.
“Kami titipkan kepadamu bangsa ini, kalian harus menjadi agen perubahan, pemimpin jujur dan berintegritas,” harapnya.
Lebih lanjut Kak Agung meminta agar para peserta jangan hanya menunggu panggilan, tapi tunjukkan dalam kontribusi, jangan hanya bicara, tapi tunjukkan dengan karya.
“Saya yakin, apa yang dilakukan adik-adik pramuka pasti akan menjadi kenangan manis bagi masyarakat Sokorojo, Wijimulyo, Nanggulan, dan Kulon Progo pada umumnya,” ujar Kak Agung.
Kak Agung juga menyampaikan bahwa pemerintah kabupaten Kulon Progo akan mendukung kegiatan kepemudaan dan kepramukaan, karena gerakan ini menjadi sentral pembinaan karakter.
“Kedepan, kami juga bersedia menyediakan buper yang lebih baik dan lebih cantik untuk mendukung kegiatan kepramukaan,” sebut Kak Agung.
Di akhir sambutannya, Kak Agung menyebutkan bahwa malam ini tidak hanya menutup kegiatan, tapi berkomitmen bersama bahwa gerakan pramuka adalah organisasi yang luar biasa. Wirajaya adalah malam kemenangan, semangat berkarya dan bermanfaat untuk sesama. (cst)



























