SERANG — Saat ini Universitas Gadjah Mada (UGM) sedang masa pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN – PPM) Periode IV tahun 2022. Pada periode kali ini, sekitar 50 rombongan (unit) mahasiswa diterjunkan ke masing-masing tempat yang telah ditentukan.
Lima orang anggota Pramuka UGM termasuk dalam yang berangkat pada periode ini. Dua di antaranya, Kak Eka Wardana dan Kak Abiyyi Yahya Hakim, berada di unit yang sama, di Tanara, Kabupaten Serang.
Pengajaran materi dan kecakapan kepramukaan menjadi salah satu program kerja nontema dalam Unit Tanara, mengingat anggota Pramuka UGM dalam tim yang sudah lulus Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD). Diintegrasikan dengan program kerja tema, terutama pengelolaan sampah, para mahasiswa berkolaborasi dalam memberikan pengajaran kepada peserta didik.
Permasalahan sampah menjadi salah satu masalah utama di Kecamatan Tanara. Merespons hal tersebut, program kerja tema pengelolaan sampah dilaksanakan kepada berbagai sasaran, dari perangkat pemerintahan, warga desa, hingga peserta didik di sekolah.
Edukasi di sekolah disinergikan dengan apa yang dimiliki Pramuka secara konseptual, dari poin cinta alam dalam satya dan darma, hingga kecakapan pemilahan sampah dalam Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU) Penggalang.
Selama tiga kali Jumat (13/01, 20/01, 27/01), materi pengelolaan sampah sederhana disampaikan dalam latihan Pramuka di SDN Pesisir, Desa Pedaleman.
Kak Wardana bertanggung jawab menyampaikan pemilahan sampah organik dan bahaya sampah jika dimakan hewan ternak. Kak Abiyyi dibantu rekan temanya, Kak Alawy dan Kak Maulid, menyampaikan jenis spesifik dan pemilahan sampah anorganik.
Materi juga disampaikan dengan metode permainan pos dan praktik langsung. Peserta didik Siaga dan Penggalang diajak langsung untuk memilah sampah dari berbagai jenis sampah yang telah disediakan oleh mahasiswa UGM, dari plastik, kertas, dan kaleng.
Dari pos ke pos, para Siaga dan Penggalang mesti memecahkan beberapa sandi. Sebagai reward, poin SKU memahami dan memilah sampah dapat terpenuhi, dengan disetujui guru SDN Pesisir.

Setelah tiga kali pertemuan, ada kesimpulan yang disampaikan oleh Kak Wardana dan Kak Abiyyi sebagai anggota Pramuka UGM, diikuti rekan-rekan mahasiswa UGM lainnya.
Seperti pesan Kak Alawy, “Kakak mau setelah Kakak-Kakak di sini pergi, Adik-Adik semua membantu orang tuanya untuk menangani sampah di rumah masing-masing, dimulai dari yang termudah dulu ya.”
Pewarta:
Abiyyi Yahya Hakim | Anggota Bidang Penerangan 2023 di Pramuka UGM, anggota Indonesia Scout Journalist, mahasiswa UGM yang sedang KKN di Tanara, Kab. Serang



























