YOGYAKARTA — Musyawarah Daerah 2025 Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta pada 11 Oktober 2025 menetapkan Kak Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu sebagai Ketua Kwartir Daerah masa bakti 2025-2030.
Kak GKR Hayu akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan yang telah 10 tahun dijabat oleh Kak GKR Mangkubumi, kakak dan juga cucu Bapak Pramuka Indonesia, Kak Sultan Hamengku Buwono IX.
Kak GKR Hayu merupakan putri keempat Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas dari Kasultanan Yogyakarta. Ia lahir pada Desember 1983 dengan nama Gusti Raden Ajeng Nurabra Juwita dan akrab disapa Abra.
Ketertarikan pada teknologi informasi bukan hanya kaleng-kaleng. Kak GKR Hayu pernah menjadi Project Manager di Aprisma Indonesia (2009-2012); Project Manager di perusahaan perangkat lunak pengembang aplikasi perbankan setelah lulus dari Bournemouth University; serta HD Game Producer di Gameloft Indonesia (2013).
Kariernya di bidang IT mencerminkan kecintaannya pada teknologi serta kemampuannya menggabungkan kreativitas dengan keterampilan teknis. Meski tumbuh dalam lingkungan yang sarat akan tradisi Keraton, tetapi ia menunjukkan minat yang mendalam pada dunia teknologi dan inovasi modern.
Ia adalah penggagas Tepas Tandha Yekti (TTY), divisi di dalam Keraton Yogyakarta yang bertanggung jawab atas bidang teknologi informasi (TI) dan dokumentasi. Divisi ini berfungsi sebagai pengelola “pintu-pintu dunia maya” keraton, termasuk mengelola konten digital di media sosial.
Sejak belia sudah menempuh pendidikan internasional. Kak GKR Hayu menempuh pendidikan SMP di Brisbane, Australia, kemudian melanjutkan SMA di Singapura.
Gelar sarjana Kak GKR Hayu diperoleh dari Bournemouth University, Inggris dengan jurusan Business Information System Management. Kemudian gelar MBA nya didapat dari Fordham University, Amerika Serikat, dengan konsentrasi Teknologi Informasi dan Sistem Manajemen.
Pada Agustus 2019, Kak GKR Hayu bersama sang suami KPH Notonegoro dikaruniai seorang putra bernama Raden Mas Manteyyo Kuncoro Suryonegoro. Meski berasal dari keluarga Keraton, Kak GKR Hayu dikenal sebagai pribadi yang santai dan ceria
Kak GKR Hayu menyeimbangkan perannya sebagai ibu, istri, dan profesional, tanpa melupakan identitas tradisionalnya. Tentu saja, sosok ini menjadi panutan bagi generasi muda, mengajarkan bahwa modernitas tidak harus meniadakan tradisi, melainkan dapat dipadukan dengan cara yang harmonis.
Bergabung di kepengurusan Gerakan Pramuka DIY sejak 2020, menjabat sebagai Wakil Ketua Kwarda DIY Bidang Humas, Teknologi Informatika, dan Kerjasama, tentu saja sesuai dengan passion-nya.
Kak GKR Hayu berupaya untuk memaksimalkan sumber daya yang dipunya menuju hasil yang maksimal dalam setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan.
Hasil inovasinya, tercipta program kolaborasi Festival Pramuka Jogja sejak 2022 dan menjadi program tahunan yang sudah terlaksana selama 4 kali berturut-turut.
Meski mengaku sebagai pribadi yang introvert, namun gaya kepemimpinannya yang tegas, detail, dan penuh semangat juga menjadi modal besar perubahan di organisasi.
Saat ini, Kak GKR Hayu juga menjabat sebagai Ketua Karang Taruna DIY Periode 2022-2027. Ia juga terlibat di kepengurusan Karang Taruna tingkat Nasional. (cst)



























