SLEMAN — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sleman akan menggelar Festival Kebangsaan pada tanggal 12 sampai dengan 15 November 2025. di Bumi Perkemahan Lembah Merapi, Sleman, Yogyakarta.
Kegiatan ini merupakan pertemuan lintas kepanduan dan organisasi pemuda melalui kegiatan produktif dan rekreatif yang dikemas dalam bentuk perkemahan.
Disampaikan oleh Sekretaris Kwarcab Sleman, Kak Shavitri Nurmala Dewi (Evy), bahwa Festival Kebangsaan perdana ini bertujuan untuk membina dan mengembangkan karakter pramuka Penegak dan Pandega melalui penanaman nilai positif.
“Selain juga untuk menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam mencegah serta menjauhi beragan bentuk kenakalan remaja,” tegasnya, Senin, 10 November 2025.
Ia jelaskan bahwa Festival Kebangsaan ini merespon hasil audiensi dengan Bupati Sleman yang meminta bagaimana gerakan pramuka bisa berkontribusi nyata pada penurunan tingkat kenakalan remaja.
Secara konsep kegiatan, Festival Kebangsaan selain diikuti oleh Penegak dan Pandega se-Sleman juga mengajak lembaga Balai Perlindungan Rehabilitasi Sosial Remaja (BPRSR) dan Lapas Cebongan untuk mengirimkan peserta.
Festival juga akan diikuti dari perwakilan organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna, Forum Anak, IPNU-IPPNU, OSIS maupun Hisbul Wathon. Total jumlah pesertanya sebanyak 150 orang.
Anak-anak yang berhadapan dengan hukum seperti warga binaan dari Lapas maupun BPRSR diharapkan dapat disatukan dengan gerakan pramuka, dengan harapan bisa diberikan nilai positif agar bisa tertarik pada gerakan kepramukaan.
Menurut Kak Evy, Gerakan Pramuka bukan hanya belajar baris berbaris, memasak atupun berkemah. Namun masih banyak sekali kegiatannya yang tentunya bermanfaat bagi masyarakat.
Beragam kegiatan produktif telah disiapkan dalam Festival Kebangsaan ini, seperti kegiatan kepramukaan, team work, wawasan kebangsaan, sosialisasi anti miras, pelatihan jurnalistik, serta praktik kesakaan.
Sementara itu, Ketua Sangga Kerja Festival Kebangsaan Kak Retna Choirul Hidayah dalam keterangannya menyampaikan bahwa 21 pangkalan sudah memberikan konfirmasi untuk mengirimkan peserta.
“Rata-rata per pangkalan/sekolah berjumlah 4 orang atau satu umpi. Namun ada juga sekolah yang mengirimkan 2 umpi atau 8 peserta,” ujarnya.
Sedangkan, lanjut Kak Retna, Lapas Cebongan mengonfirmasi melalui surat akan mengirimkan 8 peserta dari warga binaan. Peserta yang dikirim adalah warga binaan yang sudah hampir selesai masa hukumannya. Mereka berencana tampil dalam festival tersebut. Tiap 1 warga binaan selama berkegiatan akan didampingi 2 sipir.
“Jadi totalnya ada 24 (orang). Peserta dari lapas Cebongan hanya ikut di beberapa kegiatan saja,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi cuaca ekstrem, Kak Retna menghimbau agar peserta menggunakan tenda dome yang lebih tahan terhadap hujan. Meski tersedia pula pendopo dan tenda komando sebagai tempat berlindung.
Dalam puncak acara yang dibalut dengan malam kebangsaan, nantinya peserta akan diajak bersama-sama mendeklarasikan Anti Kenakalan Remaja.
Rencananya dalam malam kebangsaan ini juga turut mengundang Kak GKR Hayu selaku Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) terpilih, masa bakti 2025-2030 dalam sebuah talkshow dan dilanjutkan dengan sesi deklarasi bersama. (*/cst)



























