YOGYAKARTA — Bertempat di Ruang Widya 1 Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta (BKKBN DIY) digelar Fasilitasi dan Pembinaan Teknis Pramuka Peduli, Selasa, 19 Agustus 2025.
Kegiatan ini melibatkan 15 pramuka penegak dan 3 pembina pramuka yang diharapkan dapat turut serta memahami isu-isu kependudukan terkini serta berperan aktif dalam mendukung program pemerintah.
Program ini dilaksanakan karena Menurut BKKBN, Gerakan Pramuka merupakan wadah pembinaan generasi muda, memiliki peran strategis dalam menanamkan kesadaran dan kepedulian terhadap permasalahan kependudukan.
Nampak hadir Kak Arifin Budiharjo, Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DIY yang menyampaikan materi tentang Peran Pramuka dalam Pembentukan Karakter yang Peduli pada Masalah Kependudukan.
Tentu saja, Gerakan Pramuka melalui kegiatan latihan rutin, perkemahan, hingga program berbasis masyarakat, dapat menjadi agen utama dalam menyampaikan pemahaman tentang isu-isu kependudukan, seperti pertumbuhan penduduk, persebaran penduduk yang tidak merata, urbanisasi, kesehatan reproduksi, maupun bonus demografi.
Dengan pendekatan edukatif yang menyenangkan, Pramuka mampu menanamkan kesadaran sejak dini sehingga generasi muda lebih siap menghadapi tantangan kependudukan.
Selain itu, Gerakan Pramuka menanamkan nilai dasar berupa disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Nilai ini relevan dengan tantangan kependudukan, misalnya dalam mendorong gaya hidup sehat, mencegah pernikahan usia dini, hingga menghindari perilaku berisiko yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia. (cst)



























