BANGKA BELITUNG — Hari kedua subcamp Saka Widya Budaya Bakti dalam rangkaian Peran Saka Nasional 2022 dilaksanakan di Taman Wilhelmina, Kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan ini diikuti oleh 49 peserta dari Saka Widya Budaya Bakti seluruh Indonesia, Rabu (05/10/2022).
Kegiatan dibuka dengan materi pengenalan peristiwa-peristiwa sejarah yang ada di Kepulauan Bangka Belitung oleh Kak Ali Usman, sejarawan sekaligus pamong budaya Kepulauan Bangka Belitung. Beliau menyampaikan bahwa Bangka Belitung memiliki peranan besar dalam sejarah bangsa Indonesia.
“Bangka Belitung erat kaitannya dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia terlebih di daerah inilah beberapa tokoh bangsa diasingkan,” ungkapnya.
Provinsi Bangka Belitung menjadi tempat pengasingan 8 tokoh nasional seperti diantaranya Ir Soekarno, Moh Hatta, Moh Roem, dan KH Agus Salim.
Ia menjelaskan alasan diasingkannya tokoh tersebut ialah akibat kedatangan Belanda pada Agresi Militer II 19 Desember 1949 di Yogyakarta. Pengasingan tokoh tersebut berada di 2 tempat yakni Pesanggrahan Menumbing dan Pesanggrahan Ranggam yang keduanya terletak di Kecamatan Muntok, Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung.
Di sisi lain beliau juga menambahkan sedikit penjelasan mengenai sejarah Taman Wilhelmina yang sering disebut oleh masyarakat Bangka dengan Tamansari. Kak Ali mengatakan bahwa taman ini dulunya adalah kawasan tempat tinggal para petinggi Belanda yang berada di wilayah Pangkal Pinang.
Di kawasan ini juga dulunya memiliki berbagai fasilitas untuk menopang kehidupan warga Belanda. Misalnya, digunakan sebagai Pasar Malam dan tempat berolahraga. Lokasi taman ini juga berdekatan dengan Alun-alun Merdeka kota Pangkal Pinang dan Rumah Dinas Walikota Pangkal Pinang yang tepat berada di tengah kota.



























