YOGYAKARTA — Gugusdepan Kota Yogyakarta 03.031-03.032 pangkalan SMP Negeri 8 Yogyakarta menyelenggarakan Impeesa Scout Camp 2024 dengan mengusung tema “Menciptakan Generasi Berkarya, Berbudaya, dan Berkarakter”.
Kemah yang diikuti oleh peserta didik kelas 8 ini dilaksanakan pada tanggal 10 sampai dengan 12 Mei 2024 di Bumi Perkemahan Rama Shinta, Kompleks Candi Prambanan, Yogyakarta.
Kak Evelyn, Ketua Panitia Kegiatan melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan sarana bagi peserta didik untuk mengimplementasikan teori dan praktik selama kegiatan ekstrakurikuler dalam satu masa bakti.
Kegiatan yang diselenggarakan antara lain lomba mendirikan tenda, pioneering menara pandang, hasta karya, teknologi tepat guna (penjernihan air), wolfhunter, penjelajahan, membuat jamu beras kencur, masak sayur lodeh dan sayur asem, pentas seni, yel-yel, serta Lomba Baris Berbaris.
Kak Dra. Binarsih Sukaryanti M.Pd., Kepala Sekolah selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan (Kamabigus) dalam amanatnya berharap peserta Impeesa Scout Camp 2024 dapat meningkatan pengetahuan dan keterampilan di dalam gerakan pramuka yang bermanfaat bagi kehidupan di masa yang akan datang.
Selain itu, Kak Binarsih juga berharap, kemampuan spiritualitas para peserta juga meningkat, dengan cara disiplin mengikuti kegiatan keagamaan yang sudah dipersiapkan oleh Dewan Penggalang.
“Saya berharap dengan adanya kegiatan kemah galang ini, dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri dengan yang Maha Kuasa,” tegasnya.
Lebih lanjut Kamabigus juga menyampaikan bahwa seharusnya dengan adanya kegiatan kemah galang ini, peserta dapat meningkatkan rasa disiplin dan bertanggung jawab, dengan cara mengikuti seluruh rangkaian agenda yang sudah dipersiapkan.
Kemah Galang ini diikuti oleh 272 peserta, terdiri atas 129 orang putra dan 143 orang putri. Mereka tergabung dalam 18 regu putra dan 19 regu putri. Sementara Dewan Penggalang berjumlah 48 orang dibantu oleh 18 Calon Dewan Penggalang mempersiapkan berbagai kegiatan.
Dalam kemah kali ini terdapat program baru yang ditonjolkan, yaitu Bank Sampah. Hal ini karena kesadaran masyarakat terhadap kebersihan di lingkungan sekitar kita masih rendah.
Maka dari itu, muncul inisiatif untuk membuat program bank sampah. Dengan adanya program ini, hasil pemilahan sampah dapat diolah menjadi barang yang mempunyai nilai guna lebih tinggi, seperti wadah alat tulis, tas dari tutup botol bekas, dan lain-lain.
Selain itu ada perlombaan hasta karya yang juga berkaitan dengan program bank sampah. Yaitu perlombaan teknologi tepat guna. Lomba ini memanfaatkan botol plastik bekas menjadi alat penjernihan air.
Adapun bahan-bahan penunjang lain untuk penjernihan air dapat ditemukan di sekitar kita, antara lain sabut kelapa, batu kerikil halus, arang, dan pasir.
Diharapkan dengan adanya gebrakan baru dalam kemah galang Impeesa, dapat menginspirasi kalangan muda lainnya, khususnya anggota pramuka. Jika semua pemuda bisa menjalankan program kerja seperti ini, diharapkan semua kalangan bisa tergerak untuk menjalankan program ini.



























